Kualitas Udara di Jambi Kategori Sangat tidak Sehat Hingga Berbahaya

Sejak tiga hari terakhir, kualitas udara di Kota Jambi, Provinsi Jambi berada dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 September 2019  |  15:09 WIB
Kualitas Udara di Jambi Kategori Sangat tidak Sehat Hingga Berbahaya
Foto udara Jalan Lintas Jambi-Tanjungjabung Timur yang diselimuti kabut asap karhutla di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, Minggu (22/9/2019). Kabupaten Muarojambi masih diselimuti kabut asap karhutla yang terus memburuk dalam beberapa hari terakhir, sementara upaya pemadaman dari sejumlah pihak masih terus diupayakan. - Antara

Bisnis.com, JAMBI - Sejak tiga hari terakhir, kualitas udara di Kota Jambi, Provinsi Jambi berada dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Rilis hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan kota itu, Senin (23/9/2019), menunjukkan kualitas udara di kota itu dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Rilis ISPU tersebut disampaikan pemerintah kota itu dalam selang waktu 30 menit sekali.

Dengan menggunakan alat Air Quality Monytoring Sistim (AQMS), Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) kota Jambi memberikan update kualitas udara agar masyarakat dapat waspada dalam beraktifitas di luar ruangan.

Kabut asap yang semakin pekat tersebut mulai terjadi sejak satu minggu terakhir. Sebelumnya, kabut asap yang begitu pekat hanya terjadi pada malam hari, namun sejak seminggu terakhir kabut asap yang pekat tersebut terjadi disepanjang hari.

Bahkan suasana pada siang hari di kota itu menyerupai sore hari. Warna langit menguning akibat sinar matahari yang terhalang oleh kabut asap. Selain itu, saat beraktifitas di luar ruangan, mata terasa perih dan dada terasa sesak.

Kabut asap tersebut tidak hanya terjadi di Kota Jambi, namun turut terjadi di kota dan kabupaten lainnya di Provinsi Jambi, Seperti di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Tebo dan Muaro Bungo.

Kabut asap yang semakin pekat dan kualitas udara yang berada dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya tersebut membuat pemerintah di daerah itu mengambil kebijakan untuk meliburkan anak sekolah.

Tidak hanya anak sekolah, Kota Jambi turut meliburkan ASN/PTT yang tengah hamil karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan kandungannya.

Begitu pula perguruan tinggi di kota itu, Universitas Jambi (UNJA) dan Universitas Islam Negeri (UIN) turut meliburkan aktivitas perkuliahan karena kabut asap yang semakin pekat.

Berdasarkan rilis terakhir yang dikeluarkan pemerintah kota itu, pada Senin(23/9) pukul 14.00 WIB, ISPU parameter partikulat PM 2.5 nilai konsentrasinya 953, berada di atas baku mutu yang artinya kualitas udara di kota itu berbahaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Sumber : Antara

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top