Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabut Asap, BI Riau Evakuasi Keluarga Pegawainya ke Padang

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau mengevakuasi keluarga pegawai yang rentan terhadap kabut asap ke Kota Padang Sumatra Barat. Langkah ini dilakukan sampai kualitas udara membaik.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 20 September 2019  |  18:33 WIB
Ilustrasi - ANTARA/Syifa Yulinnas
Ilustrasi - ANTARA/Syifa Yulinnas
Bisnis.com, PEKANBARU -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau mengevakuasi keluarga pegawai yang rentan terhadap kabut asap ke Kota Padang Sumatra Barat. Langkah ini dilakukan sampai kualitas udara membaik.
 
Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Riau, Asral menjelaskan kondisi udara di wilayah itu sudah beberapa kali berada dalam status berbahaya.
 
"Kondisi udara yaitu standar PM10 di Pekanbaru Riau ini sudah beberapa kali di atas 350 atau level berbahaya, karena itu kami mengantisipasi dengan mengevakuasi keluarga pegawai ke Padang," ujarnya Jumat (20/9/2019).
 
Menurutnya keputusan ini sudah dibahas oleh Kepala BI Riau Decymus dengan Satgas Manajemen Keberlangsungan Tugas Bank Indonesia (MKTBI) di Jakarta.
 
Dari hasil pembahasan itu disepakati keluarga pegawai yang tergolong rentan terhadap kabut asap, yaitu anak di bawah 7 tahun, bersama ibunya, yang kebetulan juga ada dalam kondisi hamil.
 
Selain itu juga orang tua pegawai yang memiliki riwayat penyakit rentan terhadap asap seperti bronkitis, serta yang terdampak infeksi asap atau ISPA.
 
"Sudah kami berangkatkan ke Padang sejak Selasa (17/9/2019) lalu, sebanyak 67 orang dengan bus dan ada juga yang berangkat dengan kendaraan pribadi," katanya.
 
Dia menambahkan, untuk pegawai BI Riau saat ini masih bekerja seperti biasa, namun telah diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan dari risiko terdampak kabut asap.
 
Adapun saat ini kualitas udara di Pekanbaru menurut data aplikasi Air Visual dengan bersumber data KLHK menunjukkan status berbahaya.
 
Kabut asap akibat karhutla sudah terjadi sekitar dua bulan. Akibatnya aktivitas pendidikan di sekolah dan kampus telah diliburkan. Sebagian penduduk setempat juga memilih untuk mengungsi ke wilayah dengan udara lebih sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Kabut Asap Karhutla
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top