Usut Kebakaran di Korporasi, Kapolri Turunkan Tim dari Mabes

Kapolri Tito Karnavian menegaskan pihaknya akan menegakkan hukum kepada pelaku pembakar hutan dan lahan, termasuk kepada korporasi.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 16 September 2019  |  21:32 WIB
Usut Kebakaran di Korporasi, Kapolri Turunkan Tim dari Mabes
Kapal kargo bermuatan inti kelapa sawit (palm kernel) bersandar di dermaga yang diselimuti kabut asap di Pelabuhan PT. Pelindo I Dumai di Dumai, Riau, Selasa (16/9/2019). Kabut asap kebakaran hutan di Riau yang sudah menyelimuti kawasan Pelabuhan Dumai selama tiga pekan terakhir berdampak pada berkurangnya aktivitas di pelabuhan tersebut seperti pelayanan oleh tenaga kerja bongkar muat (TKBM). - Antara/Aswaddy Hamid
Bisnis.com, PEKANBARU — Kapolri Tito Karnavian menegaskan pihaknya akan menegakkan hukum kepada pelaku pembakar hutan dan lahan, termasuk kepada korporasi.
 
Tito mengatakan dirinya akan menurunkan tim dari Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut perusahaan yang diduga terlibat karhutla.
 
"Saya akan turunkan dari Mabes Polri, Bareskrim, itu turun khusus untuk masalah karhutla bukan perorangan, tapi korporasi," ujarnya saat konpers seusai rapat terbatas karhutla bersama Presiden Joko Widodo di Pekanbaru, Senin (16/9/2019) malam.
 
Kepolisian kata Tito akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait korporasi yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
 
Sebelumnya Kapolri Tito Karnavian menegaskan dirinya akan menerapkan reward and punishment atau penghargaan dan hukuman, kepada aparat penegak hukum di jajarannya. Penerapan ini akan dilakukan kepada semua jajaran kepolisian sampai tingkat paling rendah.
 
"Kalau tidak berhasil [menanggulangi karhutla], out. Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek tim itu akan saya turunkan [dicopot]," ujarnya.
 
Adapun saat ini Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru Riau, dengan agenda rapat penanggulangan karhutla di wilayah tersebut.
 
Kabut asap di Riau sudah terjadi sejak akhir Juli lalu, sehingga menyebabkan kualitas udara setempat memburuk, bahkan sebagian masyarakat memilih untuk mengungsi ke daerah yang udaranya lebih sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabut Asap, Karhutla

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top