Tekan Inflasi, Pemkot Batam Hadirkan Pasar TPID

Pemkot Batam terus melakukan sejumlah upaya untuk mengendalikan harga pangan di pasaran, upaya yang juga bertujuan untuk menekan inflasi di Kota Batam.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  19:49 WIB
Tekan Inflasi, Pemkot Batam Hadirkan Pasar TPID
Cabai Merah di salah satu pasar di Batam, komoditas cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Batam - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, BATAM-Pemerintah Kota (Pemkot) Batam terus melakukan sejumlah upaya untuk mengendalikan harga pangan di pasaran, upaya yang juga bertujuan untuk menekan inflasi di Kota Batam.

Salah satu upaya yang dilakukan, Pemkot Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menyediakan pasar yang penjualnya khusus distributor.

Pasar yang dikenal dengan pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Batam, tepatnya di Grand Niaga Mas, Batam Centre, Batam ini akan diresmikan dan beroperasi mulai 2 September 2019 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau pada Senin (12/8) menuturkan, di pasar TPID ini ada 15 unit kios dan 63 lapak yang bisa digunakan distributor mendatangkan barang dagangan mereka, khususnya cabe, sayuran, ikan, dan bahan pangan lainnya.

"Nanti harga di pasar TPID ini harga distributor. Jadi harga paling murah di Batam," kata Gustian.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Bapok) Kota Batam Aryanto mengatakan, pihaknya akan memasarkan beras, gula, tepung, telor, sayuran dan minyak di pasar TPID ini. Bahan pangan ini didatangkan dari berbagai daerah penyuplai seperti Medan, Jakarta, dan Jawa.

Asosiasi Bapok sendiri, ikut bergerak untuk membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi dari harga pangan. Sejauh ini, sudah ada 60 distributor bergabung di pasar TPID ini 

"Dengan adanya Pasar TPID ini, akan ada patokan harga, walaupun tidak bisa memaksa harga dibawah, tapi paling tidak kita punya harga patokan bagi masyarakat," kata Aryanto.

Terkait dengan operasi pasar murah yang dilakukan TPID Kota Batam selama ini, Gustian mengaku kalau hal tersebut tidak terlalu efektif untuk mengendalikan inflasi, karena sifatnya sementara.

Pelaksanaannya dilakukan pada momen-momen tertentu seperti ketika memasuki momen bulan Ramadhan dan Idulfitri, Iduladha, Natal, dengan membuat posko di kawasan-kawasan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Batam.

Hadirnya pasar TPID yang diharapkan bisa berkembang dan berkelanjutan ini, pada prosesnya dimaksudkan dapat lebih efektif menekan inflasi.

"Jika pasar TPID ini berhasil, maka penurunan harga sembako di Batam tentu akan lebih signifikan. Dapat juga menekan inflasi. Di dalamnya banyak bergabung banyak distributor," kata Gustian lagi.

Lebih jauh, Gustian menjelaskan, pada tataran teknis, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dan mencapai kesepakatan dengan semua pihak terlibat, baik itu terkait persoalan listrik, air, dan petugas keamanan di kawasan pasar ini.

Tidak itu saja, Gustian menjelaskan kalau Dirjen Perdagangan juga memberi dukungan atas berdirinya pasar TPID Kota Batam ini. Termasuk memberi masukan terkait bagaimana teknis pengelolaan pasar TPID ini. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, mencatatkan bahwa kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,61 persen pada Juni 2019. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,24 persen.

Sementara secara tahunan, inflasi kota Batam yang berada di angka 3,53 persen lebih tinggi dibamding periode yang sama di tahun 2018 sebesar 3,15 persen.

Sementara itu,  komoditas utama penyumbang inflasi di Batam adalah Cabai Merah, tarif angkutan udara, dan Cabai Rawit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, Inflasi

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top