Produksi Komersial Tambang Dairi Sumut Ditarget 2021

PT Bumi Resources Mineral Tbk bekerja sama dengan China Nonferrous Metal Industry’s Engineering and Construction Co, Ltd (NFC) untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan infrastruktur tambang Dairi Prima di Sumatra Utara.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  15:05 WIB
Produksi Komersial Tambang Dairi Sumut Ditarget 2021
Ilustrasi kawat tembaga. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis,.com MEDAN— PT Bumi Resources Mineral Tbk bekerja sama dengan China Nonferrous Metal Industry’s Engineering and Construction Co, Ltd (NFC) untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan infrastruktur tambang Dairi Prima di Sumatra Utara.

Tambang tersebut saat ini masih dalam proses pembangunan dan diharapakan dapat berproduksi komersial pada 2021.

Bumi Resources Minerals mengincar kredit dari bank asal China untuk pendanaan US$280 juta-US$320 juta untuk pengembangan tambang timah hitam dan seng Dairi Prima Mineral di Sumatra Utara.

Pengembangan proyek pertambangan seng dan timah di Dairi, Sumatra Utara dikembangkan melalui anak usaha yakni, PT Dairi Prima Mineral (DPM). Director & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perusahaan memiliki prioritas utuk memastikan kualitas produksi nasional.

“Kita akan memulai produksi join venture dengan NFC China ini pada 2021. Potensi ada, mungkin annual revenuenya sampai US$ 300juta per tahun,” katanya di Medan.

Saat ini, BRMS memiliki 49% saham Dairi Prima dan sisanya sebesar 51% sudah dijual kepada NFC China. Dengan kepemilikian mayoritas tersebut, NFC turut menjadi operator tambang dan proyek rekayasa, pengadaan, dan kontruksi (EPC) dari Dairi Prima, dan juga mencari pendana dari jaringan perusahaan di China.

Setelah dikurangi dari kredit bank sebesar 80%, sisa kebutuhan dana 20% akan dibagi sesuai porsi ekuitas antara Dairi Prima dan NFC sehingga perseroan hanya membutuhkan dana sekitar US$34,3 juta-US$39,2 juta. Pada September, BRMS mengalihkan saham Dairi Prima kepada anak usaha NFC dan menerima dana sebesar US$ 198 juta.

Dairi Prima merupakan satu dari tiga tambang yang dimiliki Bumi Minerals. Semntara dua proyek lainnya adalah tambang emas Pobaya di Palu dan tambang tembaga emas Gorontalo Minerals di Gorontalo.

Adapun untuk meningkatkan kepercayaan investor, BUMI memiliki agenda prioritas untuk melakukan pembayaran hutang.

PT Bumi Resources Tbk. melakukan pembayaran total senilai US$239,39 juta atas pokok dan kupon Tranche A.

Dileep Srivastava melaporkan telah memproses pembayaran kelima senilai US$19,85 juta melalui agen fasilitas pada 9 April 2019. Jumlah itu mewakili pinjaman pokok senilai US$11,11 juta dan bunga senilai US$8,74 juta untuk Tranche A.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut, bumi resources minerals

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top