Petani Babel Diminta Tidak Membakar Lahan untuk Buka Ladang Padi

Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta petani padi ladang tidak membakar lahan karena dapat menyebabkan kebakaran hutan selama musim kemarau di daerah itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  13:09 WIB
Petani Babel Diminta Tidak Membakar Lahan untuk Buka Ladang Padi
Seorang petani menunjukkan padi yang rusak akibat sawahnya mengalami kekeringan di Desa Kademangaran, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019). Menurut petani setempat, puluhan hektar sawah di daerah itu mengalami puso dan gagal panen akibat kesulitan mendapat pasokan air irigasi sehingga petani mengalami kerugian yang tidak sedikit. - ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, PANGKALPINANG Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta petani padi ladang tidak membakar lahan karena dapat menyebabkan kebakaran hutan selama musim kemarau di daerah itu.

"Kita telah menyiapkan traktor roda empat dan excavator untuk membantu petani membuka lahan padi ladang," kata Analisis Pasar Hasil Pertanian Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel Intan Fortuna di Pangkalpinang, Selasa (6/8/2019).

Ia mengatakan luas lahan padi ladang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2018 mencapai 10.000 hektare (ha) dan hingga saat ini, kebiasaan petani membuka lahan padi masih menggunakan cara membakar karena dinilai lebih murah dan praktis.

"Kita bisa membayangkan jika 10.000 ha lahan padi ladang dan ditambah pembukaan lahan baru dibakar, tentu akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap kualitas udara di daerah ini," ujarnya.

Selain itu, membakar lahan selama musim kemarau juga berpotensi merembet ke hutan dan bahkan permukiman masyarakat karena api dengan sangat mudah membesar dan menjalar ke kawasan lainnya.

"Kita bersama penyuluh lapangan pertanian telah mendatangi kelompok petani padi ladang untuk tidak membakar lahan selama musim kemarau guna mengantisipasi kebakaran hutan yang lebih luas," katanya.

Menurutnya, petani padi ladang merupakan petani berpindah-pindah dan bekas ladangnya bisa dijadikan perkebunan lada, karet, sawit, dan lainnya.

"Mata pencarian utama masyarakat petani Bangka Belitung bukan bertani padi, tetapi berkebun lada, karet dan sawit. Jadi, jika ingin membuka lahan perkebunan, mereka terlebih dahulu membuka lahan padi ladang," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
padi, pertanian

Sumber : Antara

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top