Perbankan Syariah di Sumsel Incar Kelola Dana Pemda

Perbankan syariah di Sumsel berupaya menggarap pasar dari segmen pemerintah daerah yang dinilai berpotensi mendongrak kinerja industri perbankan syariah di daerah itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  17:54 WIB
Perbankan Syariah di Sumsel Incar Kelola Dana Pemda
Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sumsel, Saekan Noor (dari kiri), Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Sabil, Ketua MUI Sumsel Aflahtun Mucthar dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Yunita Resmi Sari, berbincang saat media briefing terkait Fesyar 2019 - Bisnis/Dinda wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG -- Perbankan syariah di Sumsel berupaya menggarap pasar dari segmen pemerintah daerah yang dinilai berpotensi mendongrak kinerja industri perbankan syariah di daerah itu.

Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sumsel, Saekan Noor, mengatakan selama ini belum ada institusi pemerintah daerah yang menempatkan dana secara penuh di bank syariah.

"Kami tentunya berharap ada beberapa dana pemerintahan baik APBD maupun APBN ditempatkan di bank syariah, silakan di [bank] yang mana karena saya lihat belum ada bank syariah yang mengelola keuangan pemerintah daerah secara murni," jelasnya saat media briefing Fesyar 2019, Rabu (31/7/2019).

Saekan mengatakan pihaknya telah berupaya menggarap peluang-peluang baru untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran pembiayaan melalui berbagai strategi. Mulai dari roadshow maupun pemberian edukasi kepada masyarakat terkait perbankan syariah.

Oleh karena itu, Asbisindo menyambut baik langkah Bank Indonesia yang bakal menggelar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2019 dengan harapan perbankan syariah dapat dikenal lebih luas, termasuk dari kalangan pemerintah daerah.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Yunita Resmi Sari, mengatakan Fesyar merupakan agenda tahunan yang digelar bank sentral untuk mendukung ekonomi syariah di Tanah Air.

"Tujuannya tidak lain menuju Indonesia menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah dunia," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Sabil, menambahkan pihaknya mendukung kegiatan edukasi dan pengenalan ekonomi syariah karena bakal berdampak pada peningkatan industri keuangan syariah.

"Kami yakin bahwa ekonomi syariah akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara regional, termasuk juga kinerja industri keuangan syariah," ujarnya.

Sabil mengatakan otoritas menilai saat ini kinerja keuangan perbankan syariah di Sumsel maupun Babel sudah baik.

Hal itu tercermin dari total aset yang tumbuh 21,15% per Juni 2019 (year on year/yoy) senilai Rp10,92 triliun.

Adapun DPK yang telah dihimpun mencapai Rp8,41 triliun atau tumbuh sebesar 31,09%, sementara penyaluran kredit tumbuh 32,35% atau senilai Rp8,76 triliun.

Namin demikian, data otoritas mencatat pangsa pasar perbankan syariah di Sumsel dan Babel masih tergolong kecil, yakni hanya 2,19% terhadap nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi syariah, sumsel

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top