Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Detail Data Kondisi Perkebunan Sumut Masih Minim

Data detail terkait kondisi perkebunan di Sumatra Utaramasih minim. Padahal, perkebunan menjadi sumber daya potensi utama, yang berkontribusi besar pada perekonomian Sumatra Utara.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  01:30 WIB
Dua orang petani meninjau perkebunan sawit milik mereka yang sudah berumur tua untuk mengikuti program 'replanting' di Desa Kota Tengah, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (27/11). Program replanting atau peremajaan sawit rakyat ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor kelapa sawit yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian petani sawit. ANTARA FOTO - Septianda Perdana
Dua orang petani meninjau perkebunan sawit milik mereka yang sudah berumur tua untuk mengikuti program 'replanting' di Desa Kota Tengah, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (27/11). Program replanting atau peremajaan sawit rakyat ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor kelapa sawit yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian petani sawit. ANTARA FOTO - Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA— Data detail terkait kondisi perkebunan di Sumatra Utaramasih minim. Padahal, perkebunan menjadi sumber daya potensi utama, yang berkontribusi besar pada perekonomian Sumatra Utara.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut Herawati membenarkan data perkebunan memang belum seragam atau sinkron dengan lembaga lainnya. Bahkan, data yang dimiliki oleh Dinas Pemprov belum mampu menunjukan kondisi perkebunan secara mendetail, hanya sebatas produktifitas dan luas area.

"Ya memang agak berbeda di luas area. Yang membedakan perhitungan masih menggunakan perhitungan manual. Sementara metode pengukuran itu perlu diseragamkan, "kata Herawati Rabu (24/7/2019).

Dia mengatakan Pemprov Sumut mengaku siap dan mendukung penuh inisiatip BPS untuk melakukan sinkronisasi data. Sehingga nantinya data tersebut dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat.

"Karena itu kan untuk pengambilan kebijakan dan bahan evalusi. Kalau semuanya sudah terkoneksi tidak ada lagi perbedaan persepsi. Kita tunggu BPS dan menginisiasi untuk program dan metodenya, kita tunggu, kita kolaborasi," lanjutnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi, ada tiga sektor utama yang menopang perkembangan ekonomi di Sumatera Utara (Sumut).

Tiga sektor ini adalah sektor pertanian dan perkebunan, sektor industri dan sektor perdagangan. Namun dari tiga sektor ini yang paling berperan adalah sektor perkebunan dalam pengolahan kelapa sawit.

Dia melanjutkan secara khusus sektor perkebunan yang cukup mendominasi terutama perkebunan sawit yang dalam hal ini cukup besar dari industri pengolahan sebanyak 92% selebihnya yakni 8% dari pertanian.

“Kemudian dari sektor industri kita yang paling besar adalah industri lemak minyak. Disana ada hasil dari kelapa sawit seperti CPO dan turunannya yang mampu menyumbang ekspor sampai 40%,”.

Dijabarkan Suheimi bahwa peranan perkebunan di Sumut tidak bisa kita pandang sebelah mata. Untuk itu pemerintah harus memberi regulasi yang jelas terhadap perkembangan dari perkebunan tersebut mengingat luas perkebunan sawit di Sumut saat ini ada sekitar 1,3 juta hektar dengan jumlah sekitar 4,1 juta ton per tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkebunan sumatra utara
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top