BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Hadirkan Layanan di Kantor Bank

BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumatra Bagian Selatan menggandeng delapan perbankan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk meningkatkan pelayanan bagi tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  22:20 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Hadirkan Layanan di Kantor Bank
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Arief Budiarto (keenam dari kanan), berfoto bersama usai rapat koordinasi dengan perbankan di wilayah operasional Sumbagsel. Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumatra Bagian Selatan menggandeng delapan perbankan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk meningkatkan pelayanan bagi tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Arief Budiarto, mengatakan peningkatan layanan dengan perbankan itu melalui kanal layanan yang dikemas dalam kerjasama service point office (SPO).

“SPO adalah kolaborasi kami dengan perbankan untuk memberikan layanan informasi, pendaftaran kepesertaan dan layanan klaim JHT [jaminan hari tua] yang bisa didapat peserta di outlet bank yang bekerjasama dengan kami,” jelasnya, Senin (22/7/2019).

Adapun delapan bank yang menjadi mitra BPJS Ketenagakerjaan di wilayah itu, meliputi Bank Mandiri, BNI, BRI dan bank pembangunan daerah (BPD), yakni Bank Sumsel Babel, Bank Jambi, Bank Lampung dan Bank Bengkulu.

Arief menambahkan pihaknya juga mengajak perbankan untuk melakukan kerjasama resiprocal di mana perbankan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja rentan yang kesulitan biaya.

“Mereka dapat mendaftarkan kepesertaannya pada sektor bukan penerima upah BPJS ketenagakerjaan Selanjutnya BPJS ketenagakerjaan akan menempatkan dana investasi kepada perbankan sesuai kesepakatan,” jelasnya.

Menurut dia, kerjasama yang dibentuk pihaknya merupakan win-win solution antara BPJS Ketenagakerjaan dan mitra perbankan sehingga ada sinergitas antar kedua institusi itu.

Arief menambahkan pihaknya mencatat terdapat 109.880 tenga kerja yang terlindungi melalui bentuk kerjasama itu pada tahun lalu.

“Kami harap kerjasama ini tetap terjalin dengan baik dan kedepannya lebih banyak tenaga kerja yang terakuisisi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top