Bendungan Sei Gong Batam Mulai Diairi

Pengairan bendungan yang proses pengerjaannya dimulai sejak November 2015 lalu ini ditandai dengan penekanan tombol yang telah disediakan panitia.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  16:35 WIB
Bendungan Sei Gong Batam Mulai Diairi
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi (pakai tanjak kiri) dan Plt Gubernur Kepri Isdianto (pakai tanjak kanan) membuka secara resmi proses pengairan Bendungan Sungai Gong, Kecamatan Galang, Batam, Kepri pada Jumat (19/7 - 2019).

Bisnis.com, BATAM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi dan Plt Gubernur Kepri Isdianto membuka secara resmi proses pengairan Bendungan Sungai Gong, Kecamatan Galang, Batam, Kepri pada Jumat (19/7/2019).

Pengairan bendungan yang proses pengerjaannya dimulai sejak November 2015 lalu ini ditandai dengan penekanan tombol yang telah disediakan panitia.

Hari menjelaskan, proses pengairan ini merupakan proses awal untuk menguji pembangunan utama bagian fisik bendungan. Proses ini juga akan disertai dengan kegiatan desalinasi atau proses menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi binatang, tanaman dan manusia.

"Pembangunan fisik sudah selesai, ini kita testing, testing bendungan sekaligus desalinasi. Baru nanti peresmian oleh menteri atau presiden," kata Hari di sela-sela dirinya melakukan tinjauan langsung ke bendungan yang terletak di dekat Jembatan 6 Barelang ini.

Dari 65 bendungan yang menjadi proyek strategis nasional di masa pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, Bendungan Sungai Gong ini menjadi bendungan ke-16 yang prosesnya sudah pada tahap pengairan. Bendungan Sungai Gong ini juga bagian dari 49 bendungan yang masuk dalam proyek baru, sementara 16 sisanya adalah proyek lanjutan.

Hari melanjutkan, nantinya bendungan dengan ukuran panjang 280 meter dan tinggi 12 meter, dan memiliki luas genangan air 355,99 hektar dengan kapasitas tampung 11,8 juta meter kubik ini, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Batam dan Kecamatan Galang khususnya.

Kebutuhan air baku di Batam pada 2020 mendatang diperkirakan mencapai 4.500 liter per detik, saat ini masih ada kekurangan sekitar 750 liter per detik. Dengan kapasitas bendungan Sei Gong yang mencapai 400 liter per detik, jika nantinya beroperasi maka tinggal menyisakan kekurangan sebanyak 350 liter per detik saja.

Nantinya proses lanjutan untuk memanfaatkan sumber air baku ini, dalam bentuk pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air hingga nantinya layak untuk dikonsumsi, akan dilakukan melalui koordinasi bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Ismail Widadi menjelaskan, sebelum proses pengairan ini bisa dilakukan, lebih dulu dilakukan sejumlah tahapan. Mulai dari proses pembebasan lahan seluas 355,99 hektare oleh BP Batam, konstruksi tubuh bangunan oleh BWS Sumatera IV yang dilakukan selama 1.440 hari kerja. Dan proses desalinasi yang saat ini mulai dilakukan, dimana prosesnya memakan waktu antara satu tahun hingga dua tahun ke depan.

"Acara ini menandai selesainya konstruksi tepat waktu, tubuh bendungan, pelimpa, pengelak, bangunan pompa, rumah genset, dan sarana jalan," kata Ismail dalam sambutannya.

Lebih jauh, BWS Sumatera IV juga tengah menyiapkan instalasi pengelolaan air yang layak minum, didukung dengan sistem pompa yang baik, untuk bisa digunakan oleh masyarakat Kota Batam.

Hadir dalam pengairan di bendungan dengan anggaran sebesar Rp 238,44 miliar ini, Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, pemerintah di tingkat daerah sangat terbantu dengan hadirnya infrastruktur yang dibangun melalui Kementerian PUPR. (K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, bendungan

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top