Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uang tak Layak Edar 731 Miliar Rupiah Dimusnahkan di Riau

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau telah memusnahkan Rp731 miliar uang tidak layak edar atau UTLE sepanjang triwulan pertama tahun ini. Angka itu naik sebesar 166,40 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q).
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  17:32 WIB
Uang tak Layak Edar 731 Miliar Rupiah Dimusnahkan di Riau
Petugas menata tumpukan uang rupiah. - JIBI/Rachman
Bagikan
Bisnis.com, PEKANBARU - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau telah memusnahkan Rp731 miliar (atau Rp0,731 triliun) uang tidak layak edar atau UTLE sepanjang triwulan pertama tahun ini. Angka itu naik sebesar 166,40 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya.
 
Kepala BI Riau Decymus mengatakan pihaknya senantiasa menjaga kualitas uang yang beredar melalui kebijakan clean money policy, yang salah satunya adalah melakukan kegiatan pemusnahan UTLE secara rutin.
 
"Di triwulan pertama 2019, terjadi arus balik uang masuk ke BI dari masyarakat melalui perbankan yang merupakan seasonal efek setelah Natal, Tahun Baru, dan libur sekolah," katanya Jumat (12/7/2019).
 
UTLE yang dimusnahkan BI pada triwulan I/2019 mencapai Rp731 miliar atau naik 166,40 persen. Kenaikan signifikan ini disebabkan oleh beberapa faktor.
 
Diantaranya yaitu efek arus balik uang masyarakat dari momen libur Natal, Tahun Baru, dan libur panjang sekolah.
 
Selain itu ada pula dorongan dari meningkatnya arus belanja dan pengeluaran pemerintah di akhir tahun.
 
"Namun bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yaitu triwulan pertama 2018, pemusnahan UTLE mengalami penurunan sebesar 12,28 persen atau senilai Rp102 miliar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia uang riau
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top