Pipa Pertagas Resmi Beroperasi, Pertamina RU II Dumai Hemat Biaya 40 Persen

Proyek pipa transmisi gas Duri-Dumai PT Pertamina Gas atau Pertagas tahap II secara resmi telah mengalirkan gas (gas in) ke Refinery Unit II Dumai PT Pertamina (Persero).
Arif Gunawan | 24 April 2019 19:57 WIB
Ilustrasi fasiltas milik Pertagas. - Antara/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, PEKANBARU – Proyek pipa transmisi gas Duri-Dumai PT Pertamina Gas (Pertagas) tahap II secara resmi telah mengalirkan gas (gas in) ke Refinery Unit II Dumai PT Pertamina (Persero). 

Corporate Secretary Pertagas, Fitri Erika, dalam keterangan resminya mengatakan proyek yang dimulai pembangunannya sejak November 2017 ini memperkuat komitmen Grup Pertamina dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. 

“Kita sudah commisioning per tanggal 14 April 2019,” ujar Fitri pada Rabu (24/4/2019).

Pada tahap kedua, pipa gas sepanjang 67 km dibangun untuk memenuhi kebutuhan kilang RU II Dumai Pertamina. Untuk sementara, pipa gas transmisi ini akan mengalirkan gas ke RU II Dumai sebesar 22.7 MMSCFD. "Ke depan ram up ke 57 MMSCFD dan maksimal di 170 MMSCFD," jelasnya.

Pada tahap I, kata Erika, proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sudah mengalirkan gas ke konsumen PT PGN Tbk. sejak 24 November 2018.

“Proyek ini merupakan pipa transmisi open access. Untuk saat ini pemakainya hanya konsumen PGN dan Pertamina RU II Dumai,” ujarnya.

Sementara itu, pasokan gas yang mengalir berasal dari sumber di gas Blok Bentu (dioperasikan oleh PT EMP Tbk), Blok Corridor (dioperasikan oleh ConocoPhillips), dan Blok Jambi Merang (dioperasikan oleh Pertamina). 

Proyek pipa transmisi gas Duri-Dumai merupakan KSO (kerja sama operasi) antara Pertagas dan PGN. Pipa dengan kapasitas alir 268 MMSCFD ini memiliki diameter 24 inchi. 

Konstruksi dilakukan dua tahap.  Pada tahap 1 membentang dari St. Duri ke LBCV 4 (Line Break Control Valve) dan selanjutnya dilanjutkan tahap 2 dari LBCV 4 ke RU II Dumai. 

Terkait proyek gas in dari Pertagas ini, Unit Manager Comm. Relations & CSR RU II Dumai Muslim Dharmawan menyatakan hal ini menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi kilang, khususnya pada aspek pemenuhan bahan bakar operasional kilang.

Sebelumnya, bahan bakar dipasok secara internal dengan menggunakan fuel oil, naptha, dan fuel gas yang diproduksi RU II Dumai. 

“Pemanfaatan gas eksternal ini merupakan salah satu strategic initiatives RU II Dumai untuk meningkatkan Gross Refinery Margin yang sejalan dengan estimasi 40 persen penghematan fuel cost,” ungkap Muslim.

Dia menambahkan dalam rangka mempersiapkan kilang dalam menggunakan asupan fuel baru, RU II Dumai juga melaksanakan beberapa penyesuaian. 

Pada fase pertama, RU II mengembangkan Press Reducing System untuk mulai mengalirkan gas eksternal ke kilang sehingga tekanan dapat diturunkan dari 25 kg/cm2g menjadi 6 kg/cm2g dan dapat menyesuaikan sistem fuel gas eksisting yang beroperasi pada 3.5 kg/cm2g. 

Diikuti dengan fase 2 yakni pembangunan Gas Treating untuk menyesuaikak kandungan gas dengan sistem fuel gas yang sudah ada. 

“Kick off pengerjaan sarfas kami laksanakan pada Juli 2018 dan selesai Maret 2019. Pada 14 April, mulai dijalankan gas in dari Pertagas yang secara bertahap akan mulai disalurkan sebagai fuel ke seluruh unit di Kilang RU II Dumai," ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, gas, pertagas

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup