Triasmitra Garap Kabel Laut Medan-Dumai

PT Ketrosden Triasmitra bekerjasama dengan anak usaha PT Telkom yaitu PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) menggelar kick off proyek sistem komunikasi kabel laut Medan-Dumai atau proyek DAMAI
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 24 April 2019  |  12:13 WIB
Triasmitra Garap Kabel Laut Medan-Dumai
Ilustrasi Peta sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring paket barat. - Kementerian Komunikasi dan Informatika
Bisnis.com, BATAM -- PT Ketrosden Triasmitra bekerjasama dengan anak usaha PT Telkom yaitu PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) menggelar kick off proyek sistem komunikasi kabel laut Medan-Dumai atau proyek DAMA.
Dalam prosesi seremoni di Pelabuhan Kabil, Batam Kepulauan Riau, Presdir Triasmitra Titus Dondi mengatakan proyek ini sudah berjalan sejak kuartal ketiga tahun lalu dan ditargetkan beroperasi di kuartal ketiga tahun ini.
 
"Proyek Medan-Dumai atau proyek DAMAI ini memerlukan kabel optic sepanjang 572 kilometer, terbagi dalam dua segmen yaitu Medan-Panipahan sepanjang 247 kilometee dan Panipahan-Dumai sepanjang 325 kilometer," katanya Rabu (24/4/2019).
 
Untuk proyek ini, pihaknya menggunakan kabel optic jenis G654C submarine atau kabel laut berkapasitas 24 cores. Investasi yang dikucurkan perusahaan ini mencapai US$18 juta, yang didukung oleh Bank CCB Indonesia.
 
Pada pelaksanaannya, Triasmitra menggandeng Telkominfra sebagai pelaksana penggelaran kabel laut,.
Sesuai pengalamannya,  anak usaha Telkom itu yang telah sukses melakukan penggelaran lebih dari 16.718 kilometer kabel laut di Tanah Air.
Proyek itu masuk dalam sistem Indonesia Global Gateway dan SMPCS atau Sulawesi Maluku Papua Cable System.
 
Dengan adanya proyek DAMAI ini, jaringan fiber optic milik Triasmitra semakin bertambah dari sebelumnya yaitu jalur Jakarta-Bangka-Batam-Singapura sepanjang 1.070 kilometer, Surabaya-Denpasar sepanjang 520 kilometer.
Selanjutnya  Ultimate Java Backbone sepanjang 2.661 kilometer, dan Jakarta-Surabaya sepanjang 875 kilometer.
 
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Prof Ahmad Ramli mengatakan proyek ini sangat penting untuk mendukung backbone trafik data atau broadband di Indonesia.
 
Penggunaan kabel optik sebagai backbone data sangat diunggulkan karena sangat sedikit gangguannya.
"Untuk di laut mungkin hanya disebabkan jangkar kapal dan pencurian kabel, karena itu pentingnya koordinas dengan Bakamla sebagai komitmen negara menjamin jaringan komunikasi yang baik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telekomunikasi, fiber optik, kabel bawah laut, sistem komunikasi kabel laut (skkl)

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top