KLHK Akui Kesulitan Tetapkan Tersangka Pembakar Dari Perusahaan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui kesulitan untuk menetapkan tersangka dari perusahaan yang terlibat pembakaran lahan dan hutan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 08 April 2019  |  16:10 WIB
KLHK Akui Kesulitan Tetapkan Tersangka Pembakar Dari Perusahaan
Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Aswaddy Hamid

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui kesulitan untuk menetapkan tersangka dari perusahaan yang terlibat pembakaran lahan dan hutan.

Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles Panjaitan mengatakan untuk menetapkan tersangka pembakar lahan, harus ada dua alat bukti.
 
"Kesulitan penyidik karena harus ada dua alat bukti, kalau masyarakat [jadi tersangka] ditangkap pas di sana buktinya," katanya Senin (8/4/2019).
 
Karena itu untuk mengetahui apakah ada korporasi yang terlibat pada kebakaran hutan beberapa waktu terakhir, Ditjen Gakkum KLHK telah memanggil enam perusahaan di Riau pada pekan lalu.
 
Raffles mengakui ada sebagian wilayah konsesi hutan tanaman industri yang terbakar di Riau. Untuk itu lewat pemanggilan, akan diketahui mengapa kebakaran terjadi dan apa langkah yang dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi hal tersebut.
 
Pemanggilan perusahaan yang terkait titik api atau hotspot di Riau ini, khususnya di wilayah Rupat Bengkalis dan Rokan Hilir.
 
Sebelumnya Polda Riau telah menetapkan 14 tersangka pembakar lahan, paling banyak dari Polres Dumai yaitu sebanyak lima tersangka.
 
Adapun sampai saat ini menurut data BPBD Riau, luas lahan terbakar di Provinsi Riau sudah mencapai 2.878 hektare, dengan wilayah paling luas terbakar di Kabupaten Bengkalis yang menyentuh angka 1.284 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riau, Kabut Asap, kebakaran hutan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top