PTPN V Optimistis Mampu Pasok CPO untuk Energi Terbarukan

PT Perkebunan Nusantara V optimistis dapat memasok kebutuhan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil, bahan pemurnian sawit, dan bioetanol untuk mengembangkan energi terbarukan di dalam negeri.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  13:46 WIB
PTPN V Optimistis Mampu Pasok CPO untuk Energi Terbarukan
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, PEKANBARU -- PT Perkebunan Nusantara V optimistis dapat memasok kebutuhan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil, bahan pemurnian sawit, dan bioetanol untuk mengembangkan energi terbarukan di dalam negeri.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Jatmiko K. Santosa mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama mengelola kebun plasma yang luasnya mendekati kebun inti milik perusahaan. Hal itu akan membuat perusahaan memiliki pasokan Crude Palm Oil (CPO) yang melimpah untuk energi terbarukan.

“Pasokan CPO untuk mendukung program ketahanan energi nasional akan kami berikan dari produksi kebun sendiri dan kebun sawit milik masyarakat,” terangnya di Pekanbaru, Kamis (21/3/2019).

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menandatangani nota kesepahaman dengan PTPN III sebagai holding dari seluruh PTPN dan PT Rajawali Nasional Indonesia (Persero) terkait penyediaan bahan baku CPO, bahan pemurnian sawit, serta bioetanol untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Jatmiko menuturkan sejak awal, PTPN V fokus membangun perkebunan petani plasma, baik dalam bentuk kerja sama Perkebunan Inti Rakyat dengan Perkebunan Besar (PIR-Bun), maupun Perkebunan Inti Rakyat dengan Program Transmigrasi (PIR-Trans), dan Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA).

“Karena tidak hanya mengelola kebun sendiri, maka perusahaan membangun pabrik kelapa sawit dengan kapasitas yang mampu menerima TBS [Tandan Buah Segar] dari petani yang saat ini memiliki kapasitas terpasang 575 ton TBS per jam,” ujarnya.

Menurut Jatmiko, PTPN V telah memiliki sistem yang memungkinkan kerja sama yang berkelanjutan dengan masyarakat untuk memasok CPO. Dalam kerja sama tersebut, PTPN V memberikan harga yang kompetitif, pembayaran melalui cash management system, dan transparansi.

Tahun lalu saja, pembelian TBS milik petani oleh PTPN V mencapai 1,3 juta ton dan menghasilkan 250.000 ton CPO. Jumlah tersebut masih ditambah dengan produksi CPO yang diperoleh dari TBS kebun milik perusahaan sebesar 290.000 ton.

Untuk memastikan pasokan CPO, perusahaan juga menegaskan pentingnya peremajaan kebun sawit plasma yang bekerja sama dengan PTPN V. Alasannya, saat ini, sekitar 90% kebun plasma yang bekerja sama dengan perusahaan memiliki status sebagai kebun tua.

“[Sebanyak] 50.915 hektare (ha) kebun plasma yang bekerja sama dengan kami sudah tua dan baru 6% atau sekitar 3.500 ha yang diremajakan. Peremajaan itu suatu keharusan,” ucapnya.

Jatmiko juga menyebut akan memanfaatkan pendanaan dari Badan Penyelenggara Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit untuk melakukan peremajaan kebun secara bertahap hingga 2030.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ptpn, energi terbarukan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top