Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riau Setop Izin Konsesi Perkebunan Sawit

Pemprov Riau menegaskan pihaknya berkomitmen tidak ada lagi izin konsesi untuk usaha perkebunan sawit, sejalan dengan keputusan Presiden Jokowi.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  14:37 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menegaskan tidak ada lagi memberikan izin konsesi untuk usaha perkebunan sawit. Hal itu sejalan dengan keputusan Presiden Joko Widodo.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan perkebunan sawit di Riau sudah cukup luas, bahkan menjadi yang terbesar di Indonesia.

"Komitmen kami juga sesuai dengan komitmen presiden yang tidak akan memberikan izin konsesi perkebunan sawit lagi," katanya Selasa (5/3/2019).

Kebijakan presiden yang dimaksud Syamsuar yaitu Inpres Nomor 8/2018 pada 19 September 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

Regulasi ini berupaya untuk meningkatkan tata kelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang berkelanjutan, memberikan kepastian hukum, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan adanya aturan hukum itu, pemprov menyatakan pengusaha perlu mengetahui kebijakan di tingkat provinsi, yang turut sejalan dengan kebijakan nasional di bidang perizinan kebun kelapa sawit.

Syamsuar meyakini kebijakan itu tidak akan mengganggu iklim investasi di Provinsi Riau.

"Kami berkomitmen untuk masyarakat dan masih banyak peluang investasi di Riau selain memanfaatkan hutan dan lahan," katanya.

Adapun menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau, luas perkebunan kelapa sawit di daerah itu mencapai 2,4 juta hektare, dari total luas wilayahnya yang sebesar 8,7 juta hektare.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau sawit perkebunan
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top