Penduduk Miskin Sumut Capai 1,29 juta Orang

Terdapat 1,29 juta penduduk miskin di Sumatra Utara berdasarkan hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  08:10 WIB

Bisnis.com, MEDAN--Terdapat 1,29 juta penduduk miskin di Sumatra Utara berdasarkan hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumatra Utara. Mukhamad Mukhanif mengatakan jumlah penduduk miskin di Sumatra Utara sebanyak 8,94% dari jumlah total penduduk. Adapun, jumlah penduduk miskin di kota dan di desa nyaris sama dengan 686.970 jiwa penduduk miskin di kota dan 605.020 jiwa di desa. 
 
Dari hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) periode September 2018, 1,29 juta penduduk di Sumatra Utara masuk kategori miskin karena hanya mengeluarkan biaya rata-rata perbulan sebesar Rp451.673 perkapita. 
 
Penduduk di desa masuk kategori miskin bila hanya mampu memiliki pengeluaran rata-rata Rp435.492 perkapita setiap bulan. Sementara itu, penduduk di kota masuk kategori miskin karena tak mampu berbelanja lebih dari Rp465.790 perkapita perbulan. 
 
Adapun, jumlah penduduk miskin di Sumatra Utara pada periode September 2018 lebih rendah 33.000 penduduk bila dibandingkan dengan periode Maret 2018. Jumlah penduduk miskin di periode September lebih rendah dibandingkan pada periode Maret meskipun dari sisi garis kemiskinan naik 3,6% dari Rp435.970 perkapita perbulan. '
 
"Jumlah penduduk miskin di Sumatra Utara terus turun tetapi belum signifikan," ujarnya. 
 
Lebih lanjut, faktor komoditas makanan masih menjadi penyumbang utama pada garis kemiskinan yakni sebesar 76%. Sisanya, komoditas bukan makanan. Artinya, dia menyebut, penduduk miskin hanya mampu membeli bahan makanan. 
 
Dari sisi bahan makanan, beras menyumbang kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan yakni 20,73% di perkotaan dan 30,39% di perdesaan. Komoditas pangan lain yang juga memengaruhi yakni rokok kretek filter 12,54% bagi penduduk di perkotaan dan 9,97% bagi penduduk di perdesaan. Kemudian, telur ayam ras sebesar berkontribusi terhadap garis kemiskinan di kota dan 3,17% di desa. 
 
Untuk komoditas nonpangan, kontributor terbesar berasal dari biaya perumahan yakni 5,68% di perkotaan  dan 4,55% di perdesaan. Selain itu, bensin menyumbang sebesar 4,69% terhadap garis kemiskinan di kota daan 2,77% di desa. Terakhir, listrik berkontribusi sebesar 3,61% terhadap garis kemiskinan di kota dan biaya pendidikan menyumbang 1,66% terhadap garis kemiskinan di desa. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemiskinan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top