Pemprov Sumsel Dukung Hilirisasi Batubara PTBA

Pemprov Sumatra Selatan mendukung rencana PT Bukit Asam (Persero) Tbk untuk mengembangkan hilirisasi batubara di kawasan ekonomi khusus Bukit Asam yang akan dibangun Perseroan.
Dinda Wulandari | 18 Desember 2018 00:25 WIB
Aktivitas penambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk di Tanjung Enim, Sumatra Selatan - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan mendukung rencana PT Bukit Asam (Persero) Tbk untuk mengembangkan hilirisasi batubara di kawasan ekonomi khusus Bukit Asam yang akan dibangun Perseroan.
 
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan hilirisasi batubara mesti dipercepat karena dapat menjadi subtitusi LPG sehingga ada penghematan impor LPG yang mencapai 73% dari total konsumsi LPG di Indonesia yang mencapai 11 juta kiloliter.
 
“Tidak ada alasan saya tidak mendukung ini [hilirisasi]. Karena kalau ini berhasil bisa jadi langkah penghematan oleh negara. Cuma itu saya ingin sebelum ini diteken, selesaikan dulu semua hal pendukung, semisal Amdal dan perizinan,” katanya saat menerima audiensi PTBA, Senin (17/12/2018). 
 
Menurut Deru, pihaknya sangat concern terhadap hilirisasi komoditas andalan Sumsel. Sehingga, kata dia,  hilirisasi itu hendaknya tidak terbatas pada batubara saja tapi komoditas lainnya juga perlu didorong seperti karet dan sawit.
 
“Dengan demikian ditargetkan angka kemiskinan Sumsel yang mencapai 12,80% bisa ditekan secara maksimal,” katanya. 
 
Dia menambahkan dalam pelaksanaan pengembangan batubara, pemprov berharap perseroan dapat memaksimalkan serapan tenaga kerja lokal.
 
"Pergubnya segera keluar. Mudah-mudahan mulai 1 Januari kita akan maksimalkan rekrutmen tenaga kerja lokal. Bukan apa-apa ini penting agar masyarakat setempat punya rasa memiliki," jelasnya. 
 
Sementara itu Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Fuad Iskandar Z Farchrudin, mengatakan perusahaan akan membangun Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Bukit Asam di wilayah konsesi Batubara di Tanjung Enim.
 
“Di kawasan itu akan dikembangkan Hilirisasi Batubara Bukit Asam di Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBiE) berupa kawasan ekonomi khusus berbasis batubara di mulut Tambang,” katanya.
 
 Menurut Fuad, hilirisasi batubara diwujudkan untuk kepentingan nasional di mana batubara diubah sebagai bahan baku alternatif selain gas alam dan produksi urea dari batubara diharapkan menjadi subtitusi LPG.
 
"Hilirisasi itu akan membuat batubara bisa disubstitusikan ke LPG, sehingga bisa mengurangi impor LPG dan menghemat devisa negara. Rencana ini sudah inline dengan Kementerian Perindustrian," jelasnya.
 
 
Namun sebelum ini terealisasi pihaknya masih harus melakukan berbagai tahapan, mulai dari izin Bupati, Gubernur hingga Dewan Ekonomi Nasional.
 
Pengembangan hilirisasi akan dilakukan di atas lahan seluas 585 hektare yang bisa diperluas hingga 1.500 hektare.
 
Fuad menambahkan, pihaknya juga akan mengembangkan angkutan Batubara dari Tanjung Enim—Perajen sepanjang 38,5 kilometer.
 
"Selama ini kita tidak bisa jual lebih karena keterbatasan kapasitas angkutan. Dengan jalur ini diharapkan adanya penambahan penjualan 20 ton per tahun,” katanya.
 
Perseroan menargetkan proyek angkutan batubara dapat selesai 2023 jika izin, trase, izin pembangunan dan izin operasi dari Pemprov Sumsel selesai,
 
 
Di tempat yang sama Bupati Muaraenim A. Yani mengatakan, pihaknya sudah mendalami  hal ini bersama Bapeda dan perangkat daerah bahkan telah dibahas juga dalam proses penyusunan tata ruang. 
 
"Kami sepakati bahwa potensi ini luar biasa jika terealisasi bagi pengembangan Muaraenim, terutama penyerapan lapangan kerja," jelasnya.

Tag : palembang, bukit asam
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top