Batam Rintis Peta Dasar RDTR

Pemerintah Kota Batam dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menjalin kerjasama dalam rangka pengadaan peta dasar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Batam.
Sarma Haratua Siregar | 04 Desember 2018 17:30 WIB
Walikota Batam Muhammad Rudi (Kanan) dan Kepala BIG, Hasanuddin Zainal (Kiri) menandatangani nota kesepahaman. BIG akan membantu Pemko Batam menyusun peta dasar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Batam - Istimewa

Bisnis.com, BATAM- Pemerintah Kota Batam dan  Badan Informasi Geospasial (BIG) menjalin kerjasama dalam rangka pengadaan peta dasar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Batam.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di  Kantor Walikota Batam, Selasa (4/12).

BIG memberikan sejumlah masukan kepada Pemko Batam terkait peta dasar RDTR.

Menurut Kepala BIG, Hasanuddin Zainal, Batam harus memiliki Peta dasar RDTR berskala detail 1:1000. Peta dengan skala detail dibutuhkan untuk pengembangan Batam sebagai kota cerdas, atau untuk kepentingan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Saran saya kalau bisa Batam buat 1:1.000. Karena otomatis 1:5.000 dapat. Dan BPN juga butuh 1:2.500. Kalau buat yang 1:5.000 tak dapat," kata Hasanudin.

Beberapa wilayah seperti Surabaya, Bandun dan Medan sudah membuat peta dengan skala detil terssebut. Batam juga dimungkinkan membaut peta dengan detil 1: 1000 Karena luasan yang tak terlalu besar.

“Bisa dilakukan dengan foto udara dan bidang. Kalau bisa Batam berikutnya yang 1:1.000. Banyuwangi, Padang juga sudah antre ingin 1:1.000," jelasnya.

Terkait RDTR, menurut Hasanudin, baru 2 persen dari 1.838 pengajuan. Ketersediaan RDTR ini juga penting bagi investasi. Karena kegunaan RDTR juga adalah sebagai pendukung online single submission (OSS) untuk percepatan perizinan.

"Kalau RDTR belum selesai, investor mau masuk juga repot. Kita hanya membantu siapkan peta dasarnya. Kita berusaha mempercepat dengan bantuan citra satelit resolusi tinggi (CSRT) Lapan (lembaga antariksa dan penerbangan nasional)," kata dia.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan RDTR sangat dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan Kota Batam. Pasalnya rencana tata ruang yang dulu disiapkan sudah tak digunakan lagi. Sehingga penataan kota menjadi amburadul.

"Dua tahun ini saya coba tata kembali. Sesuai yang direncanakan Pak Habibie. Bagaimana bisa kita mengembalikan sehingga Batam jadi tujuan wisata dan industri dari luar," ujar Rudi.

Ia berharap tata ruang Batam benar-benar selesai. Sehingga pemberian izin tidak tumpang tindih lagi supaya bisa ditata kembali.

"Mulai pelan-pelan kita selesaikan. Apa yang sudah kami lakukan dua tahun ini mulai nampak hasilnya dengan kunjungan wisatawan. Biasa hanya 1,4 juta sekarang sampai November sudah 1,8 juta. Pertumbuhan ekonomi juga membaik,” jelasnya.

Tag : batam, raperda rdtr
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top