Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ratusan Ton Ikan Mati Mengambang di Danau Toba

Kasus kematian ikan massal kembali terjadi di Danau Toba yang ditaksir mencapai sekitar 180 ton dengan estimasi kerugian sekitar Rp2,7 miliar.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  14:15 WIB
Ilustrasi Ikan mati - Antara
Ilustrasi Ikan mati - Antara
Bisnis.com, MEDAN – Kasus kematian ikan massal kembali terjadi di Danau Toba yang ditaksir mencapai sekitar 180 ton dengan estimasi kerugian sekitar Rp2,7 miliar.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPDOT) Arie Prasetyo memastikan agar para pemilik keramba tidak membuang bangkai ikan sehingga menjadi sumber pencemaran lingkungan.
Akhir pekan lalu, Arie mengunjungi area keramba di wilayah sekitar Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.
“Saya mau lihat ikannya agar jangan sampai dibuang ke danau,” katanya saat ditemui Bisnis, di Samosir, Minggu (29/8/2018).
Peristiwa kematian ikan massal kali ini bukanlah yang pertama kalinya. Pada tahun lalu, kondisi serupa juga terjadi.
Arie menyatakan penyebab kematian massal ikan tersebut diduga disebabkan beberapa faktor, antara lain kondisi cuaca ekstrim yang memicu terjadinya upwelling (umbalan) atau pergerakan massa air secara vertikal.
“Suhu di permukaan yang terlalu tinggi membuat air danau di lapisan atas menjadi panas sehingga air di lapisan bawah ikut naik akibat perbedaan suhu. Nah, lapisan yang bawah itu kalau naik, akan bisa mematikan buat ikan karena sedikit oksigen, malah mengandung banyak CO2 dan fosfor” ujarnya.
Minimnya kandungan oksigen di lapisan bawah danau, kata Arie, diperparah oleh kepadatan ikan dalam keramba apung sehingga membuat daya tembus sinar matahari menjadi terbatas.
Di sisi lain, secara umum siklus perputaran air di danau juga tidak secepat air laut.
Dugaan pergerakan arus vertikal tersebut, kata dia, diperkuat dengan kondisi perairan Danau Toba yang tampak keruh di sekitar Pangurunan sepekan sebelumnya.
“Air danau yang keruh, itu indikasi terjadinya perputaran air dengan arus vertikal,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

danau toba perikanan budidaya
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top