Batam jadi Hub Pariwisata Sumatra

Dinas Pariwisata dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) se Sumatera sepakat membentuk Sumatera Incorporate. Batam sendiri akan mengambil peran sebagai Hub (Penghubung) dalam upaya promosi wisata terintegrasi tersebut.
Sarma Haratua Siregar | 20 Februari 2018 20:26 WIB

Bisnis.com, BATAM – Dinas Pariwisata dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) se Sumatera sepakat membentuk Sumatera Incorporate. Batam sendiri akan mengambil peran sebagai Hub (Penghubung) dalam upaya promosi wisata terintegrasi tersebut.

“Paling tidak sudah ada 10 Dinas Pariwisata dan ASITA yang bergabung,” ujar Sekjen ASITA Kepri Febriansyah.

Sumatera Incorporate adalah upaya yang digalang oleh Dinas Pariwisata dan ASITA se Sumatera untuk meningkatkan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke regional ini. Menurut dia, pelaku usaha dan dinas pariwisata di Sumatera kesulitan mempromosikan destinasi di masing-masing wilayahnya ke pasar internasional.

“Kalau pameran di luar, 80 sampai 90 peren yang diminati itu adalah Bali. Semua nanya Bali. Akhirnya yang kecil-kecil ini tidak muncul,” jelasnya.

Dengan adanya kesepakatan ini, destinasi wisata di Sumatera akan dijual secara bersamaan melalui paket-paket perjalanan terintegrasi. Paket wisata akan dikemas lintas daerah dan lintas destinasi, agar lebih menarik.

Dalam mewujudkan Sumtera Incorporate, Batam sendiri akan mengambil beberapa peran. Termasuk menjadi Hub bagi Wisman yang akan melancong lintas Sumatera. Dengan posisinya yang strategis, Batam memungkinkan menjadi beranda terdepan bagi Wisman yang ingin mengeksplorasi destinasi di Sumatera.

“Batam sudah punya kelebihan kedekatan decara geografis. Kita harus bisa manfaatkan kelebihan ini secara maksimal,” ujarnya.

Akan ada langkah straegis yang akan dilaksanakan Sumatera Incorporate beberapa waktu kedepan. Termasuk menggelar Sumatera International Travel Fair. Event promosi wisata ini memungkinkan selruh Provinsi di Sumatera memamerkan destinasi unggulannya kepada pasar Internasional.

“Kita menyasar pasar Eropa,” jelasnya.

Menurut dia, ASITA Kepri bersama stakeholder terkait tengah mendorong agar Batam menjadi tuan rumah event internasional ini. Perhelatan ini akan mendatangkan keuntungan ganda bagi Batam. Selain memberikan kesempatan Wisman melihat langsung Batam, tentu event MICE ini membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan untuk Batam.

Namun peluang besar ini harus diikuti pembenahan besar-besaran oleh Batam. Dari pengamatan ASITA, Batam butuh meningkatkan sisi atraction. Revitalisasi dan pembenahan destinasi harus jadi perhatian serius, agar daya tarik Batam meningkat.

“Batam harus bisa jadi destinasi wisata. Orang mau datang ke Batam bukan hanya karena dekat. Sayang, karena sudah dekat, tapi orang tak mau datang lagi karena kualitasnya,” ujarnya.

Tag : Sky House BSD
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top