Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BIEO 2025: Ketergantungan Ekonomi Sumsel pada Sektor Ekstraktif

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif, khususnya pertambangan batu bara.
Diskusi dalam acara Bisnis Indonesia Economic Outlook 2025 di Palembang, Selasa (10/12/2024)./Bisnis
Diskusi dalam acara Bisnis Indonesia Economic Outlook 2025 di Palembang, Selasa (10/12/2024)./Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif, khususnya pertambangan batu bara.

Kasubbid Pariwisata, Industri, dan Perdagangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Marini, menjelaskan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel pada periode 2023 hingga triwulan III/2024 menunjukkan tren peningkatan, dengan data terakhir mencapai 5,04%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Namun, apabila dilihat berdasarkan lapangan usaha, sektor pertambangan, terutama batu bara, masih menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi Sumsel, dengan kontribusi mencapai 25,94%.

"Jadi, pertumbuhan ekonomi Sumsel masih didominasi oleh sektor pertambangan, khususnya komoditas batu bara," ujar Marini dalam acara Bisnis Indonesia Economic Outlook 2025 di Palembang, Selasa (10/12/2024).

Di sisi lain, Marini juga memaparkan bahwa proyeksi permintaan batu bara global, berdasarkan tiga skenario IEA 2022, diperkirakan akan menurun sekitar 20% pada 2030 dan lebih dari 70% pada 2050. Penurunan ini diperkirakan akan memengaruhi kinerja ekspor batu bara Sumsel. 

Selain itu, rencana transisi energi yang berfokus pada penggunaan energi yang lebih bersih dipastikan akan berdampak pada kondisi ekonomi daerah, termasuk Sumsel.

Oleh karena itu, melalui Perpres 112 Tahun 2022, pemerintah pusat mengamanatkan percepatan pengakhiran pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan batu bara. "Pemerintah pusat mendorong agar pembangkit listrik lebih banyak menggunakan energi terbarukan," jelasnya.

Adapun potensi dan pemanfaatan energi terbarukan di Sumsel memiliki kapasitas yang sangat besar, dengan potensi mencapai 21.032 megawatt (MW). Sedangkan kapasitas terpasang saat ini baru mencapai 4,70% atau 989,12 MW.

"Jadi, Sumsel masih memiliki potensi besar untuk pengembangan energi terbarukan," kata Marini.

Potensi energi terbarukan yang tersedia di Sumsel terdiri dari tenaga air, angin, surya, bioenergi, dan geotermal.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper