Harga Daging Ayam di Sumut Naik, Ekonom: Bukan Akibat Tingginya Permintaan

Harga rata-rata daging ayam di pasar tradisional saat ini Rp34.200 per kg. Namun dari temuan di lapangan ada yang menjual daging ayam di level Rp35.000 per kg.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MEDAN – Usai libur panjang Isra Mikraj dan Imlek di akhir minggu lalu, harga sejumlah kebutuhan pokok seperti cabai dan daging ayam di Sumatra Utara (Sumut) mulai bergerak naik.

Di Kota Medan, misalnya, dari pantauan di laman PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), cabai merah keriting yang pada 7 Februari 2024 kemarin harganya masih berkisar Rp36.600 per kilogram di pasaran, hari ini (12/2/2024) melonjak jadi Rp44.700 per kilogram.

Begitupun dengan daging ayam yang pekan lalu masih dijual pedagang di Kota Medan seharga Rp31.000 per kilogram, saat ini harganya sudah mencapai Rp34.200 per kilogram.

Ekonom asal Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Benjamin Gunawan menilai kenaikan harga komoditas seperti cabai merah keriting pada musim liburan adalah hal yang lumrah terjadi.

Hal itu menurutnya, lebih disebabkan oleh menipisnya pasokan akibat permintaan yang membludak saat musim liburan.

Gunawan menilai masih ada kemungkinan harga cabai di tingkat pedagang di pasar akan turun di awal pekan ini seiring menurunnya permintaan.

“Tren kenaikan harga cabai juga daging ayam sejatinya terjadi pada hari libur panjang akhir pekan kemarin yang bertepatan dengan libur Isra Mikraj dan Imlek. Sehingga harga cabai punya peluang untuk turun harga pada perdagangan di pekan ini. Harga cabai punya pola pergerakan yang seperti itu (kerap naik) di awal pekan,” ujar Gunawan, Senin (12/2/2024).

Lain hal dengan harga daging ayam yang diperkirakan Gunawan masih akan bergejolak.

Dari laman PIHPS, harga rata-rata daging ayam di pasar tradisional saat ini Rp34.200 per kilogram. Namun dari temuan di lapangan, kata Gunawan, beberapa pedagang di pasar tradisional di Kota Medan ada yang menjual daging ayam di level Rp35.000 per kg.

“Kenaikan harga daging ayam ini bukan sepenuhnya didorong oleh kenaikan permintaan yang naik tajam. Namun lebih dikarenakan oleh kenaikan harga input produksi seperti pakan ternak (jagung).”

Sebagaimana diketahui, harga jagung pakan ternak terus bergerak naik sejak pertengahan tahun kemarin. Dari situs Harga Pangan Sumut, harga rata-rata jagung pipil kering di Kota Medan per hari ini (12/2/2024) mencapai Rp8.000 per kilogram, naik Rp3.000 dari harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.000 per kg.

Harga input produksi atau harga pakan yang cenderung terus bergerak naik ini, dinilai Gunawan juga bakal menahan harga daging ayam di pasaran tetap tinggi dan berpotensi turut mengerek naik harga telur ayam.

“Selama harga input produksi bertahan mahal, maka peluang harga daging ayam turun kecil. Dampak kenaikan harga jagung juga potensial mendorong kenaikan harga telur ayam di pasar,” ujarnya. (K68)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper