Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Neraca Perdagangan Sumsel Triwulan IV/2023 Terkontraksi 35,24%

Neraca perdagangan di Provinsi Sumatra Selatan pada triwulan IV/2023 mengalami kontraksi sebesar 35,24% secara year on year (yoy).
Foto udara bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas New Makassar di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/10/2023). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Foto udara bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas New Makassar di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/10/2023). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan di Provinsi Sumatra Selatan pada triwulan IV/2023 mengalami kontraksi sebesar 35,24% secara year on year (yoy). 

Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) Moh Wahyu Yulianto mengungkapkan neraca perdagangan wilayah itu mengalami surplus sebesar US$1,16 miliar, tetapi lebih kecil dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni US$1,79 miliar. 

“Surplus, namun terjadi kontraksi 35,24% dibandingkan periode yang sama,” ungkapnya dalam BRS, Senin (5/2/2024). 

Dia mengakui, penurunan harga komoditas di pasar global cukup berpengaruh terhadap nilai ekspor beberapa komoditas unggulan di Sumsel. Seperti komoditas bahan bakar mineral yang mengalami kontraksi cukup dalam yakni sebesar -22,08% secara yoy atau dari US$933 juta pada triwulan IV/2022 menjadi US$727 juta di periode yang sama tahun lalu. 

Kemudian diikuti ekspor bubur kayu/pulp yang mengalami penurunan -27,97% yoy dari US$389 juta menjadi US$280 juta, dan komoditas minyak dan gas yang mengalami kontraksi -13,60% atau dari US$123 juta menjadi US$106 juta. 

“Namun masih terdapat komoditas unggulan yang mengalami pertumbuhan secara yoy yaitu komoditas karet dan barang dari karet yang mengalami pertumbuhan sebesar 11,01%,” jelasnya. 

Diketahui sebelumnya, BPS melaporkan nilai ekspor Sumsel sepanjang tahun 2023 sedikit lesu dengan penurunan sebesar 13,16% dibandingkan tahun 2022. Atau secara kumulatif nilai ekspor itu merosot dari US$7,58 miliar menjadi US$6,85 miliar sepanjang 2023.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper