Dua Tahun Merger, Dirut Pelindo: Jangan Terlena dengan Apresiasi

Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Arif Suhartono mengingatkan jajaran dan stafnya agar tidak terlena dengan capaian maupun apresiasi.
Pelepasan peserta jalan sehat oleh Direktur Utama SPMT, Yon Irawan dan jajarannya dalam rangka merayakan 2 tahun merger Pelindo atau yang dikenal sebagai Hari Pelindo di Medan, Sumatra Utara, Minggu (1/10/23).
Pelepasan peserta jalan sehat oleh Direktur Utama SPMT, Yon Irawan dan jajarannya dalam rangka merayakan 2 tahun merger Pelindo atau yang dikenal sebagai Hari Pelindo di Medan, Sumatra Utara, Minggu (1/10/23).

Bisnis.com, MEDAN - Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Arif Suhartono mengingatkan jajaran dan stafnya agar tidak terlena dengan capaian maupun apresiasi yang ditujukan kepada Pelindo.

Hal ini disampaikan Arif saat membuka puncak perayaan 2 tahun merger Pelindo yang digelar di kawasan Universitas Sumatra Utara (USU) Medan, Minggu (1/10/2023).

"Jangan terlena dengan apresiasi yang diberikan stakeholders maupun customer kepada kita. Kita gunakan apresiasi tersebut sebagai salah satu quick win, bahwa kita sudah mengerjakan sesuatu yang mendapat apresiasi dari mereka," kata Arif.

Disampaikan Arif, mergernya Pelindo akan memberikan tantangan sendiri bagi internal perusahaan. Apalagi Pelindo saat ini tengah gencar melakukan transformasi khususnya di bidang pelayanan kepada pengguna jasanya.

“Saya ingatkan bahwa tugas ke depan akan semakin sulit. Karena semakin terbuka, tentunya menuntut kita untuk lebih bagus lagi,” tegasnya.

Terkait transformasi yang dilakukan, Wakil Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Hambra menjelaskan Pelindo saat ini tengah fokus mengembangkan standarisasi pelayanan di seluruh pelabuhan yang dikelolanya. Standarisasi ini, kata Hambra, akan menguntungkan pengguna jasa karena dapat memangkas biaya logistik dengan semakin singkatnya waktu bongkar muat maupun waktu tunggu di pelabuhan.

“Standarisasi itu nanti dampaknya pada penurunan cost logistic karena beban-beban operasional dari customer kita, terutama shipping lain, itu akan menurun. Yang tadinya mereka harus mengeluarkan biaya untuk 3 hari, [dengan standarisasi] itu menjadi tinggal sehari. Berarti, [penggunaan] BBM nya mereka bisa hemat. Dari kami sendiri, karena ada pemendekan waktu bongkar muat, itu berarti kesempatan kita untuk melakukan bongkar muat menjadi lebih banyak” terang Hambra.

Pelindo sendiri pasca mergernya pada 1 Oktober 2021 lalu, dikatakan Hambra mendapat tenggat waktu 5 tahun dari pemerintah untuk menyelesakan target-target strategis perusahaan, diantaranya berkaitan dengan standarisasi sistem layanan operasional pelabuhan untuk meningkatkan efisiensi.

“Jadi memang masih banyak yang harus kami lakukan. Tapi saya sebagai pengendali program pascamerger itu sampai hari ini melihat semua progres masih hijau, masih cukup bagus,” tutur Hambra.

Tahun ini merupakan tahun kedua pascaleburnya 4 BUMN Layanan Jasa Pelabuhan, yakni PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero) ke dalam satu entitas tunggal, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Puncak perayaan 2 tahun mergernya Pelindo atau yang dikenal dengan Hari Pelindo digelar serentak di empat kota sekaligus pada 1 Oktober 2023, dengan Pelindo Multi Terminal (SPMT), salah satu subholding Pelindo di Medan, Sumatra Utara sebagai tuan rumah.

Perayaan diawali dengan upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila, dilanjutkan dengan jalan sehat sepanjang 3 kilometer yang diikuti kurang lebih seribu peserta.

Sebelumnya, berbagai rangkaian kegiatan menyambut 2 tahun penggabungan Pelindo telah dilaksanakan yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.

Diantaranya ‘Pelindo Run and Ride’ yang diikuti 26.721 orang, Pelindo Mengajar di 28 SMA, Penanaman 20.000 batang pohon di wilayah ring satu pelabuhan, Program Beasiswa Image Pelindo, Pelindo Voice of Customer dan Pelindo Voice of Stakeholder, serta Pelindo Donor Darah di 37 pelabuhan yang tercatat dalam Rekor Muri sebagai aksi donor secara seri di pelabuhan terbanyak yang berhasil mengumpulkan 2.520 kantong darah. (K68)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper