Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sumsel Terima 6.000 Vaksin untuk Kerbau

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi mengungkapkan kematian kerbau itu diduga karena penyakit Ngorok Tagere. 
Ilustrasi kerbau/pertanian.go.id
Ilustrasi kerbau/pertanian.go.id

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) telah menerima sebanyak 6.000 vaksin yang akan diberikan pada kerbau yang ada di wilayah tersebut. 

Penerimaan vaksin itu menyusul adanya kasus puluhan kerbau di Kabupaten Musi Rawas Utara, yang mati secara mendadak selama beberapa waktu terakhir. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Effendi mengungkapkan kematian kerbau itu diduga karena penyakit Ngorok Tagere. 

"Kita sudah mengajukan (pengiriman vaksin) pasca banyaknya kerbau yang mati mendadak di Musi Rawas Utara. Dan kita sekarang sudah menerima 6.000 dosis vaksin," kata Ruzuan, Jumat (26/5/2023). 

Vaksin yang telah diterima itu akan segera dikirimkan ke kabupaten dan kota yang ada di Sumsel, utamanya adalah beberapa daerah endemik seperti Kabupaten Musi Rawas Utara dan Empat Lawang. 

Beberapa daerah lain yang menjadi sasaran pendistribusian vaksin diantaranya Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir. 

“Untuk jumlah yang akan digelontorkan itu nanti disesuaikan dengan tingkat urgensi dan juga populasi kerbau di masing-masing daerah,” sambungnya. 

Akan tetapi khusus untuk Kabupaten Musi Rawas Utara, kata Ruzuan, akan dikirimkan sebanyak 1.000 dosis, lantaran populasi kerbau di daerah tersebut cukup besar yaitu berkisar 2.000 ekor. 

“Untuk vaksin sendiri 1 botolnya berisi 200 cc, sementara per satu ekor kerbau akan disuntikkan 2 cc. Sehingga 1 botol vaksin akan diperuntukkan bagi 100 ekor kerbau," jelasnya. 

Lebih lanjut, Ruzuan berharap, masyarakat tetap bisa melakukan antisipasi mandiri agar kerbau yang dimiliki tidak terdampak Ngorok Tagere itu. 

Salah satu langkahnya melalui pola makan kerbau yang baik. “Selama ini kan kerbau dibebas liarkan. Padahal baiknya kerbau itu dikandangkan saja, sehingga pola makan, kesehatan dan kebersihannya bisa dijaga,” tutupnya. (K64)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper