Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sumbar Genjot Produksi Pangan, Begini Strateginya

Kelompok tani agar dapat menyatukan langkah dan komitmen bersama untuk melaksanakan penanaman semaksimal mungkin.
Muhammad Noli Hendra
Muhammad Noli Hendra - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  13:02 WIB
Sumbar Genjot Produksi Pangan, Begini Strateginya
Seorang petani tengah menabur pupuk di sawah yang berada di Desa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Sabtu (3/12/2022) - Bisnis/Muhammad Noli Hendra
Bagikan

Bisnis.com, PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menargetkan produksi pangan di tahun 2022 ini tercapai secara maksimal, salah satunya dipengaruhi penyaluran bibit unggul kepada seluruh petani di wilayah setempat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan sepanjang tahun 2022 ini Pemprov Sumbar melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura telah menyalurkan benih padi sebanyak 461.775 kg untuk 18.471 hektare lahan, dan benih jagung 314.850 kg untuk 20.990 hektare lahan, yang disalurkan untuk kabupaten dan kota di Sumbar.

"Benih yang disalurkan merupakan benih yang diminati oleh petani. Artinya bibit unggul baik itu untuk padi maupun jagung. Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik," kata Mahyeldi yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas ini, Rabu (7/12/2022).

Dikatakannya meski untuk bibit dinilai bibit unggul, bukan berarti hingga memasuki usia panen sudah dipastikan dengan hasil produksi yang maksimal. Karena peran petani untuk merawat tanaman pangan juga penting.

Seperti penting untuk memperhatikan proses masa tanamnya, pengendalian hama dan penyakit, serta pemasaran yang dapat menguntungkan bagi masyarakat, utamanya petani.

Menurutnya dengan adanya komitmen dari pemerintah memberikan bibit terbaik, merupakan bentuk Pemprov Sumbar untuk mengembangkan tanaman pangan. "Sebenarnya ada cara untuk bisa memaksimalkan produksi itu, bibit telah unggul, sebaiknya diikutsertakan dengan menggunakan komponen teknologi, maka akan membuat hasil produksi lebih baik pula," ujarnya.

Mahyeldi menyebutkan benih padi dan jagung sebagai sarana produksi utama dalam budi daya tanaman, untuk itu perlu dijaga mutunya, sehingga mampu menghasilkan produk dan mutu hasil sebagaimana yang diharapkan.

Dengan disalurkan bantuan benih padi dan jagung itu, Mahyeldi mengajak para kelompok tani agar dapat menyatukan langkah dan komitmen bersama untuk melaksanakan penanaman semaksimal mungkin.

"Salah satu yang dapat dilakukan adalah melaksanakan optimalisasi lahan tidur, sehingga optimalisasi lahan yang ada dapat kita capai bersama. Semoga upaya yang kita lakukan ini dapat meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi dan jagung," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Ferdinal Asmin menambahkan penyaluran bantuan bibit tersebut dilakukan merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi serta program unggulan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam rangka meningkatkan pendapatan petani.

"Salah satunya untuk meningkatkan hasil produksi dari para petani, baik produksi untuk tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan," katanya.

Sampai akhir tahun 2022 ini, dijelaskan Ferdinal sesuai rencana akan menyebar atau memberi bantuan benih padi 800 ton dan 310 ton benih jagung. Untuk benih padi dan jagung hampir 1.925 kelompok petani yang ada di Sumbar yang akan mengembangkan varietas padi lokal oleh masyarakat atau petani.

"Seperti mengembangkan bibit padi bujang merantau, batang paman, banang pulau, IR 66, anak Daro, dan kuriak kusuik. Sedangkan untuk benih jagung yang akan menjadi tantangan kita bersama  menyediakan benih P 32, P 21, NK 22 dan Betras 9, benih ini diproduksi dari luar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

padi Harga Beras sumbar
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top