Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemda di Sumsel Diminta Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Bank Indonesia meminta pemerintah daerah di Sumsel menjaga momentum pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 di tengah inflasi tinggi yang melanda dunia.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  20:07 WIB
Pemda di Sumsel Diminta Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Eusebio Chysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG -- Bank Indonesia meminta pemerintah daerah di Sumatra Selatan menjaga momentum pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 di tengah inflasi tinggi yang melanda dunia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan Erwin Soeriadimadja mengatakan saat ini inflasi secara nasional sudah mencapai 4,69 persen sejak Januari-Agustus 2022. Sementara untuk wilayah Sumatra yang meliputi beberapa provinsi sudah menyentuh 4,44 persen.

“Kami diminta mendorong untuk berada di bawah angka 5,0 persen, jika pun tak bisa setidaknya tidak terlalu tinggi,” kata Erwin dalam acara Temu Responden Bank Indonesia di Palembang, Senin (3/10/2022).

Dia mengatakan langkah yang paling utama dapat dilakukan pemda yakni menjaga kestabilan harga pangan karena memiliki pengaruh besar terhadap inflasi selain harga yang diatur pemerintah seperti Bahan Bakar Minyak (BBM).

Erwin menjelaskan bahwa inflasi yang saat ini melanda dunia dipicu oleh krisis energi dan pangan akibat adanya perang Rusia-Ukraina.

Menurut Erwin, studi International Monetary Fund (IMF) menyebutkan kini terdapat 305 juta orang yang terdampak krisis pangan. Bahkan, kondisi ini semakin memprihatinkan bagi negara-negara yang bergantung pada pasokan dengan Rusia dan Ukraina.

Namun bagi Sumsel, bank sentral menilai akan memiliki ketahanan pangan lebih dibandingkan daerah lain karena telah menjalankan program kemandirian pangan sejak November 2021.

Melalui program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) ini warga didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan sempit untuk menanam sayur-mayur dan beternak ayam dan ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program ini sejalan dengan pemerintah pusat yang juga mendorong kemandirian pangan di daerah untuk terhindar dari krisis pangan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemprov terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga melalui program GSMP.

“Program ini baru jalan tahun lalu, tapi sudah berdampak positif bagi penurunan angka kemiskinan. Dalam 10 tahun, untuk kali pertama bisa 11 persen,” kata Deru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel pemulihan ekonomi Bank Indonesia
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top