Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkat Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022, Rp50 Miliar Masuk ke Pariaman

Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat, sukses menggelar event Puncak Hoyak Tabuk Budaya Piaman 2022.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  20:18 WIB
Berkat Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022, Rp50 Miliar Masuk ke Pariaman
Ratusan ribu pengunjung menyaksikan Puncak Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022 di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumatra Barat, Minggu (15/8/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat, sukses menggelar event Puncak Hoyak Tabuk Budaya Piaman 2022 pada Minggu (14/7) kemarin. Tidak tanggung-tanggung, miliaran rupiah berhasil masuk ke Pariaman.

"Dari perhitungan kami, ada sekitar 250 ribu pengunjung yang menyaksikan langsung puncak pelaksanaan Tabuik di Pariaman. Ini adalah jumlah terbesar," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar, Senin (15/8/2022).

Dia menyebutkan bila dihitung dari 250 ribu pengunjung itu satu orangnya belanja minimal Rp200.000, maka total uang yang masuk ke Pariaman mencapai Rp50 miliar.

"Artinya yang berputar di masyarakat atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rp50 miliar," tegasnya.

Genius mengatakan tingginya antusias pengunjung untuk menyaksikan Puncak Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022 itu, karena event tersebut sempat terhenti dua tahun lamanya, akibat pandemi Covid-19.

Karena event Tabuik Piaman itu sudah menjadi event tahunan yang digelar oleh Pemko Pariaman, dan sudah menjadi event tahunan dalam kalender pariwisata di Sumbar.

"Dua tahun tidak bisa menyaksikan Tabuik Piaman, dan tahun ini kita mulai lagi, dengan segala pertimbangan. Ternyata mendapat antusias yang luar biasa," ujar Wako Pariaman.

Genius mengakui telah memperhitungkan jumlah kunjungan pada puncak hoyak tabuik itu. Karena melihat pada tahun-tahun sebelum adanya pandemi Covid-19, event budaya di Pariaman itu tidak pernah sepi pengunjung.

"Dulu itu bahkan wisatawan mancanegara yang datang, karena sudah ada kalendernya," sebut dia.

Dia menjelaskan event budaya hoyak tabuik itu rutin digelar pada bulan Muharram yakni pada bulan hijriyah. Prosesi telah dilakukan sejak tanggal 1 Muharram dan puncaknya dilakukan pada 10 Muharram.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan event tabuik piaman tersebut bukanlah hal baru di Sumbar khususnya. Namun setiap tahunnya, event tersebut menjadi momen yang paling ditunggu.

"Bukan tanpa alasan, pasalnya perhelatan yang rangkaian kegiatannya telah berlangsung sejak dua minggu sebelumnya tersebut, mampu menghadirkan ribuan wisatawan domestik dan mancanegara diantaranya dari India dan Belanda," kata gubernur,

Mahyeldi juga mengapresiasi Pemerintah Kota Pariaman yang berkomitmen dalam mengembangkan dan memajukan kepariwisataan di daerahnya sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Untuk itu, gubernur juga mengajak segenap unsur masyarakat untuk terus menjaga potensi kekayaan alam pesisir di Pariaman.

Sebab, sebagai salah satu kota yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, Pariaman memiliki keindahan alam pantai dan pulau-pulau, kawasan mangrove yang bernilai wisata tinggi jika dikelola dengan baik. (k56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top