Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makanan Kedaluwarsa, Pemkot Palembang Ancam Cabut Izin Swalayan Bandel

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda usai rapat bersama dinas terkait dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, pada Selasa (12/7/2022).
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 12 Juli 2022  |  18:02 WIB
Makanan Kedaluwarsa, Pemkot Palembang Ancam Cabut Izin Swalayan Bandel
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda rapat bersama Kepala BPOM Palembang Zulkifli terkait peredaran bahan makanan yang kedaluwarsa. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang mengancam akan cabut izin dagang toko swalayan dan mal apabila kembali menemukan bahan makanan kedaluwarsa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda usai rapat bersama dinas terkait dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, pada Selasa (12/7/2022).

“Minggu lalu kami menemukan makanan kedaluwarsa di rak penjualan, bakal kita ancam cabut izinnya [penjualan] jika terulang kembali,” kata Fitri.

Menurut dia, jika bahan makan yang dibeli dapat menimbulkan kerugian masyarakat hingga kesehatan terancam.

“Ini menjadi kerugian besar bagi kesehatan masyarakat jika membeli bahan makanan kedaluwarsa,” ujarnya. 

Fitri melanjutkan bahwa pemerintah tidak akan berhenti memantau dan mengecek langsung ke lapangan bekerja sama dengan BPOM Palembang.

“Saya bersama BPOM tidak akan henti-henti untuk mengontrol ke lapangan,” kata dia.

Kepala BPOM Palembang Zulkifli mengimbau agar masyarakat untuk selektif membeli makanan. “Harus dipilah-pilih makanan dan dicek tanggal kedaluwarsa,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel palembang BPOM
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top