Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makin Meluas, Kini 6 Kabupaten di Riau Terpapar PMK

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau menyatakan saat ini ada enam kabupaten di daerah itu yang sudah masuk zona merah, atau sudah terpapar penyakit mulut dan kuku pada sapi ternak.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  17:40 WIB
Makin Meluas, Kini 6 Kabupaten di Riau Terpapar PMK
Seorang dokter hewan menyiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau menyatakan saat ini ada enam kabupaten di daerah itu yang sudah masuk zona merah, atau sudah terpapar penyakit mulut dan kuku pada sapi ternak.

Kepala Dinas PKH Riau Herman menjelaskan saat ini yang terbaru adalah kasus positif penyakit PMK ditemukan di Kabupaten Indragiri Hulu.

"Ada enam kabupaten sekarang yang terpapar PMK di Riau, terbaru adalah di Kabupaten Indragiri Hulu, ada sebanyak 6 ekor sapi yang positif," ujarnya Senin (20/6/2022).

Dia mengakui memang sebelumnya ada laporan terkait sapi di Inhu yang diduga terpapar penyakit PMK. Kemudian petugas dinas terkait melakukan pengambilan sampel dan mengirimkan hasilnya ke laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi.

Hasil uji menunjukkan sapi itu memang positif PMK, sehingga sampai kini ada enam kabupaten di Riau yang sudah terpapar penyakit hewan ternak tersebut.

Data Dinas PKH Riau kini mencatat saat ini 225 ekor sapi di Provinsi Riau telah terpapar PMK hewan ternak. Dengan rincian, Kabupaten Rokan Hulu 53 ekor, Siak 26 ekor, Indragiri Hilir 24 ekor, Bengkalis 100 ekor, Kampar 16 ekor, dan Indragiri Hulu 6 ekor.

"Saat ini kami sudah meminta kepada petugas kesehatan hewan setempat di Indragiri Hulu, agar melakukan penanganan diperlukan guna mengantisipasi PMK tidak meluas ke wilayah lain," ujarnya.

Sementara itu dengan penanganan yang terus dilakukan terhadap sapi positif PMK, hingga kini ada sebanyak 84 ekor sapi yang telah sembuh.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau Faralinda Sari mengatakan jumlah sapi yang sembuh mencapai 84 ekor tersebut, tersebar dari beberapa wilayah kabupaten di Riau.

Diantaranya Rokan Hulu 5 ekor, kemudian Siak 5 ekor, Inhil 12 ekor, Kampar 14 ekor sapi, dan paling banyak di Bengkalis 48 ekor sapi yang sembuh dari PMK.

"Alhamdulillah sudah banyak yang sembuh, total sudah 84 sapi yang sembuh dari PMK," ujarnya.

Kemudian sejak menyebarnya PMK di Riau, hingga kinu baru ada satu ekor sapi yang mati karena PMK, yakni di Kabupaten Kampar. Meski sudah ditemukan ada yang mati, namun menurut Fara, sapi yang terkena PMK di Riau masih bergejala ringan sampai sedang. Belum ditemukan ada yang bergejala berat hingga kuku terlepas.

‎Saat ini kondisi sapi sapi yang dinyatakan sembuh tersebut kondisi kesehatan sudah membaik. Hasil pemeriksaan sampelnya pun sudah negatif. Namun sapi tersebut masih diisolasi karena meski sudah sembuh dan negatif, potensi penularannya masih bisa terjadi.

"Masih kami lakukan isolasi dan belum bisa dilepasliarkan sebelum diberikan vaksin. Meskipun sudah negatif, potensi penularannya masih ada, karena virusnya kan masih ada, tapi untuk kondisi kesehatannya sudah membaik."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau iduladha Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top