Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Kisah Inspiratif Founder Beskabean yang Dulunya Kesulitan, Kini Namanya Dikenal

Founder Kedai Kopi asal Kota Palembang, Beskabean, itu mengaku nekat banting setir dari karyawan perusahaan di Thailand.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  19:03 WIB
Hendra Susanto seorang Pengusaha saat menjadi Narasumber dalam Webinar UMKM On-Boarding Peh Bejajo Online (Ayo Berbelanja Online) via Zoom Meeting. - Istimewa
Hendra Susanto seorang Pengusaha saat menjadi Narasumber dalam Webinar UMKM On-Boarding Peh Bejajo Online (Ayo Berbelanja Online) via Zoom Meeting. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- Hendra Susanto, salah satu peserta Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) Sumsel 2017 membagikan kisah inspiratifnya dalam menggeluti bisnis kedai kopi yang kini semakin menggeliat di Kota Palembang.

Founder Kedai Kopi asal Kota Palembang, Beskabean, itu mengaku nekat banting setir dari karyawan perusahaan di Thailand.

Hendra mengatakan peralihan pekerjaan diawali dari kondisi fisiknya yang hampir lumpuh dan operasi tulang belakang, membuat ia mau tidak mau harus berhenti dari kantor lamanya.

“Sebelum mencoba membuka usaha, saya mencoba untuk berinvestasi dengan nilai ratusan juta namun gagal,” katanya, Senin (13/6/2022).

Setelah itu dengan uang seadanya, ia mencoba membuka usaha makanan dengan berjualan Jus Kacang Kedelai dan Pizza pada tahun 2016.

Dari pengalamannya inilah, nama Beskabean lahir. Beska merupakan kepanjangan Berkah Sari Kacang, yang pada awalnya Susu Kacang Kedelai merupakan obat rutin yang harus dikonsumsi untuk menyembuhkan penyakitnya yaitu Radang Paru-paru.

Menurut Hendra, Beskabean merupakan roastery rumahan di Kota Palembang.

Selanjutnya pada tahun 2017, ia mencoba mengikuti WUBI atau Wirausaha Bank Indonesia dan kemudian berhasil lolos ke tahap selanjutnya.

“Dari program itu saya bertemu dengan seorang petani kopi Semendo,” ujarnya.

Pada saat mengikuti program, Hendra memaparkan, dirinya disarankan mengganti usaha dari semula berjualan Jus Kacang Kedelai dan Pizza menjadi usaha Kopi.

“Saya pun belajar mengolah kopi secara otodidak, dengan biji kopi mentah yang saya dapatkan dari petani di Semendo tadi,” katanya.

Pada saat itu, ia kemudian diajak untuk mengikuti salah satu program BI yaitu Go Digital. Tahun 2019 akhir, ia kemudian memulai membuka toko online di Tokopedia. Hal ini lakukan karena Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan membuat banyak usaha perekonomian menjadi sulit. 

Semula, Hendra megnaku ragu dengan ide berjualan secara online karena di masa awal membuka cabang online, Beskabean tidak bisa menjual satupun.

Namun berkat kegigihannya, ia berhasil membuka beberapa cabang offline kedai kopi Beskabean, salah satunya di Jakarta.

Hingga saat ini, ia kemudian membuka cabang online di loka pasar (market place) lain seperti Shopee dan Instagram sebagai jalan pembuka ke banyak costumer.

“Penjualan di E-Commerce stabil dan masuk di kategori toko terbaik dengan penjualan terbanyak di Sumatra Selatan dan masuk di kategori Top 10 Kopi,” katanya.

Selama membuka cabang online, Beskabean perlu waktu hingga dua tahun agar bisa menikmati hasilnya seperti sekarang.

Ia juga menambahkan bahwa itu bukan waktu yang lama, namun asal tidak menyerah, maka kita akan bisa menikmati hasilnya.

“Pada saat awal saya pesimis buka di Tokopedia karena Covid di 2019. Kurang lebih 2 tahun, sekarang lah kami bisa menikmati,” katanya.  (M07)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top