Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani di Lahan Gambut Banyuasin Kembangkan Mina Padi

Petani lahan gambut di Desa Baru di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, mulai melakukan uji coba budidaya ikan di sawah atau mina padi dan lebah madu untuk meningkatkan pendapatan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 20 April 2022  |  15:20 WIB
Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani (tengah) menyimak penjelasan terkait uji coba budi daya ikan di sawah dan lebah madu di Desa Baru, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.  - Istimewa
Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani (tengah) menyimak penjelasan terkait uji coba budi daya ikan di sawah dan lebah madu di Desa Baru, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- Petani lahan gambut di Desa Baru di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, mulai melakukan uji coba budi daya ikan di sawah atau mina padi dan lebah madu untuk meningkatkan pendapatan.

Bupati Kabupaten Banyuasin, Askolani, mengatakan langkah itu untuk memperkenalkan jenis-jenis usaha tani kepada para petani secara langsung.

“Sehingga diharapkan muncul rasa kepemilikan terhadap inisiatif tersebut dan dapat melakukan praktik adopsi terhadap jenis usaha tani di lahan gambut secara lestari,” katanya saat peresmian demo plot mina padi dan lebah kelulut, Rabu (20/4/2022).

Adapun kegiatan yang didukung oleh World Agroforestry (ICRAF) Indonesia itu melibatkan 48 petani di Desa Baru.

Askolani mengatakan dukungan dari pihak lain sangat diharapkan oleh pemerintah daerah, terlebih dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Diketahui, Kabupaten Banyuasin memiliki lahan gambut seluas 295.800 hektare atau 13 persen dari total lahan gambut di Sumatra Selatan. 

“Mayoritas lahan gambut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam padi,” katanya.

Sementara itu, Direktur ICRAF Indonesia Sonya Dewi mengatakan Desa Baru adalah satu dari 34 desa yang menjadi lokasi penelitian Peat-IMPACTS di Sumsel. 

“Kami memadukan sistem agroforestri sebagai upaya untuk memperbaiki tata kelola gambut sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Menurut dia, desa memiliki karakter yang berbeda satu dengan lainnya, baik dari sisi ekologis dan mata pencaharian masyarakatnya. 

“Tidak ada satu solusi yang menjawab beragam karakter itu,”  tambahnya.

Sonya menerangkan plot demonstrasi atau lahan uji coba itu menjadi ruang belajar bersama, untuk petani khususnya dan masyarakat luas serta pemangku kepentingan tentang bagaimana praktik perekonomian bisa diselaraskan dengan kondisi alam supaya berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel gambut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top