Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kue Bongko, Makanan yang Cuma Dijual pada Momen Ramadan

Di Kota Padang, hanya Marlina yang menjual kue bongko. Hal ini yang membuat kue bongko yang dibuatnya terjual habis setiap harinya.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 14 April 2022  |  20:27 WIB
Kue Bongko, Makanan yang Cuma Dijual pada Momen Ramadan
Penjual kue bongko Marlina tengah membungkus bongko di rumahnya di Palinggam II, Kota Padang, Sumatra Barat, Selasa (12/4/2022). Kue bongko merupakan salah satu takjil yang dijual khusus di bulan Ramadan saja. Kue ini merupakan perpaduan bubur hijau rasa pandan yang dipadukan dengan gula merah dan santan kelapa. Harga kue bongko ini dijual hanya Rp5.000 per bungkusnya. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Ada satu makanan yang paling diburu oleh masyarakat di Kota Padang pada momen Ramadan yakni kue bongko. Kue ini ternyata cuma dijual pada momen Ramadan saja.

Pedagang kue bongko, Marlina, 48, mengatakan alasan hanya menjual kue bongko pada momen Ramadan saja, karena dari segi cita rasa cocok untuk jadi makanan takjil untuk berbuka puasa.

"Kue bongko ini bahan-bahannya terdiri dari bubur tepung rasa pandan, santan kelapa, dan gula merah. Lalu untuk membungkusnya saya gunakan daun pisang. Aroma dan rasa kue bongko ini benar-benar pembuka selera untuk berbuka puasa," kata Marlina, Kamis (14/4/2022).

Harga kue bongko yang dijual Marlina ini Rp5.000 per bungkusnya. Dalam sehari dia mampu menjual kue bongko sebanyak 500 bungkus.

Artinya penghasilan kotor per hari Marlina dari menjual kue bongko ini mencapai Rp2,5 juta. "Palingan untuk modal beli bahan habis Rp500 lah. Jadi keunguntungan bersih bisa Rp2 juta," ujarnya.

Di Kota Padang, hanya Marlina yang menjual kue bongko. Hal ini yang membuat kue bongko yang dibuatnya terjual habis setiap harinya.

Dia menyebutkan hari luar Ramadan, juga telah menjalani usaha menjual kue yakni Talam. Namun khusus Ramadan ini Marlina tidak menjual kue talam, karena dia merasa cukup sibuk untuk memenuhi permintaan pelanggan terhadap kue bongko.

"Jika diukur, Rp2 juta per hari penghasilan dari kue bongko ini, alhamdulillah sangat membantu keluarga. Makanya saya memilih fokus jual kue bongko saja, dan kue talam nya dihentikan sementara," sebutnya.

Marlina mengaku tidak mengetahui pasti apakah kue bongko ini khas kuliner Sumatera Barat atau tidak. Namun pengetahuannya untuk membuat kue bangko ternyata melanjutkan usaha dari sang ibu dan nenek.

"Nenek saya sudah mulai membuat kue bongko ini yakni pada tahun 1986. Kalau saya mulai menjualnya pada tahun 2017 lalu. Jadi memang sudah merupakan usaha turun-temurun," ujarnya.

Dalam menjalani usahanya ini, Marlina memanfaatkan dapur di rumahnya yang terbilang cukup sederhana, yang berada di daerah Palinggam II Padang. Untuk penjualan, dia dibantu oleh suami dan anaknya.

Seperti halnya pada momen Ramadan ini, suami dan anak akan terlihat sibuk pada waktu sebelum dan sesudah waktu ashar. Mereka mulai menghantarkan pesanan pembeli, serta menitipkan ke sejumlah tempat pedagang takjil.

Salah seorang warga Padang yang terbilang suka dengan kue bongko, Rosina mengatakan, rasa manis dan lembutnya kue bongko itu sangat cocok untuk jadi makanan pembuka saat berbuka puasa.

"Biasanya untuk berbuka itu kan di awali dengan yang manis-manis, ada buah kurma, kolak, dan sekarang ada kue bongko," katanya.

Menurutnya menikmati kue bongko merupakan sebuah momen yang istimewa, karena kue bongko di Kota Padang hanya bisa ditemui pada bulan Ramadan saja.

"Kalau tidak di bulan Ramadan, tidak bisa saya menikmati kue bongko ini. Selain enak, harganya murah, Rp5.000 per bungkusnya," ujar Rosina. (k56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan takjil
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top