Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Riau Sepanjang Tahun Ini Diprediksi Lebih Tinggi Dibandingkan 2021

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau menyatakan tahun ini diperkirakan peningkatan permintaan domestik akan terjadi, seiring kondisi perekonomian Riau dan Nasional yang lebih baik.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  20:13 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau menyatakan tahun ini diperkirakan peningkatan permintaan domestik akan terjadi, seiring kondisi perekonomian Riau dan Nasional yang lebih baik.

Deputi Kepala BI Riau Maria Cahyaningtyas mengatakan kondisi tersebut akan mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama yang selama pandemi belum mengalami kenaikan harga karena minimnya permintaan.

"Akibat potensi kenaikan tersebut, inflasi Riau pada 2022 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2021 namun tetap berada pada kisaran 3 persen plus minus 1 persen," ujarnya Kamis (13/1/2022).

Dia mengakui untuk memitigasi peningkatan inflasi tersebut, TPID Riau akan selalu berupaya meningkatkan efektivitas strategi 4K yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif. Koordinasi dengan berbagai institusi terkait akan semakin diperkuat.

Sebelumnya berdasarkan rilis data inflasi oleh Badan Pusat Statistik, tingkat inflasi bulanan di Provinsi Riau pada Desember 2021 tercatat sebesar 0,05 persen (mtm), atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya di November 2021 sebesar 0,38 persen (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, realisasi inflasi tahunan Riau pada 2021 tercatat cukup rendah, yaitu sebesar 1,54 persen (yoy).

"Rendahnya inflasi Riau pada 2021 tidak terlepas dari sinergi TPID se-Provinsi Riau. Salah satunya melalui inisiasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga kontinuitas pasokan," ujarnya.

Sepanjang 2021, TPID se-Provinsi Riau berhasil menginisiasi 5 KAD dengan daerah sentra produksi, antara lain Sumatera Utara untuk komoditas cabai merah, Sumatera Barat untuk komoditas beras, dan DKI Jakarta untuk komoditas daging sapi.

Memasuki 2022, Tyas mengatakan sejumlah risiko harus diwaspadai pihak terkait agar inflasi tetap terkendali. Risiko tersebut diantaranya masih tingginya ketergantungan Riau terhadap pasokan komoditas pangan dari daerah lain; lalu berbagai komoditas yang terdampak penyesuaian cukai rokok, pengenaan cukai plastik, dan pengenaan cukai minuman berperisa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi riau
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top