65 Persen Target Pengeboran Sumur Migas Nasional 2022 Berada di Riau

Kepala SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus mengatakan memang 2022 merupakan tahun pengeboran yang masif bagi Provinsi Riau.
Platform migas lepas pantai. Istimewa/SKK Migas
Platform migas lepas pantai. Istimewa/SKK Migas

Bisnis.com, PEKANBARU-- SKK Migas Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan dari total target pengeboran sumur migas nasional tahun ini, sekitar 65 persen diantaranya akan dilaksanakan oleh kontraktor migas di Provinsi Riau.

Kepala SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus mengatakan memang 2022 merupakan tahun pengeboran yang masif bagi Provinsi Riau. Setidaknya ratusan sumur akan dilakukan pengeboran di Wilayah Provinsi Riau yang tersebar di beberapa wilayah kerja Kontraktor Kontrak Kerjasama.

"Untuk sumur pengembangan di 2022 ini diantaranya yaitu Pertamina Hulu Rokan akan melakukan pengeboran terbanyak sebanyak 500 sumur," ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Kemudian dia melanjutkan, yaitu BOB PT BSP Pertamina Hulu sebanyak 15 sumur, EMP Bentu Ltd sebanyak 4 Sumur, PT Imbang Tata Alam sebanyak 9 Sumur, Texcal Mahato Ltd sebanyak 5 sumur dan PHE Siak sebanyak 3 sumur.

Sementara itu untuk sumur eksplorasi migas di 2022 rencananya akan mencapai 14 sumur yang tersebar dari beberapa KKKS di Wilayah Provinsi Riau.

Menurutnya dalam skala nasional, penerimaan negara dari sektor hulu migas 2021 lalu mencapai US$14,03 miliar atau sekitar 192 persen dari target APBN yang bersumber dari hasil lifting minyak dan gas, dimana lifting minyak mentah nasional tahun lalu mencapai 241 juta barrel.

"Dari capaian tersebut, wilayah Provinsi Riau masih menjadi andalan penghasil minyak mentah nasional dengan kontribusi volume sekitar 66,15 juta barrel atau sekitar 27,45 persen produksi nasional," ujarnya.

Dia mengakui peningkatan lifting ini juga tidak terlepas dari gencarnya pengeboran sumur pengembangan secara nasional di 2021 yakni sebanyak 480 sumur atau tertinggi selama 6 tahun terakhir.

Adapun sebelumnya capaian lifting minyak Provinsi Riau relatif stabil mendekati target APBN sebesar 97 persen. Lifting ini terhitung berasal dari KKKS BOB PT BSP Pertamina Hulu, PHE Kampar, Pertamina Hulu Rokan, PT Imbang Tata Alam, Texcal Mahato, PHE Siak, PEP Lirik dan SPR Langgak. Sementara itu capaian produksi gas di tahun 2021 mencapai rata-rata 84.8 MMSCFD yang berasal dari EMP Bentu Ltd dan Imbang Tata Alam.

SKK Migas – KKKS Wilayah Riau terus berusaha untuk melakukan kegiatan masif dalam rangka untuk memenuhi penerimaan negara berdasarkan APBN 2021. Upaya tersebut direalisasikan melalui optimalisasi lifting terhadap stok minyak yang ada di lapangan dan terminal sehingga capaian lifting provinsi Riau mencapai 182,026 BOPD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper