Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Penyebaran Varian Omicron pada Masa Nataru, Gubernur Sumut: Jangan Lengah

Untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron, khususnya pada masa Nataru, Edy meminta jajarannya agar melakukan pengetatan terhadap sektor-sektor tertentu.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  19:38 WIB
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi (tengah) usai Rapat Penanganan Covid-19 Varian Omicron dan Percepatan Vaksinasi, Medan, Senin (20/12/2021).  - Istimewa
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi (tengah) usai Rapat Penanganan Covid-19 Varian Omicron dan Percepatan Vaksinasi, Medan, Senin (20/12/2021). - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Pemprov Sumatra Utara menggelar rapat penanganan Covid-19 varian Omicron jelang masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi dan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Rapat berlangsung secara virtual di Rumah Dinas Gubernur Sumatra Utara, Medan, Senin (20/12/2021).

Untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron, khususnya pada masa Nataru, Edy meminta jajarannya agar melakukan pengetatan terhadap sektor-sektor tertentu.

Edy mengatakan, pihaknya telah menggelar sosialisasi serta memberi edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19 dan varian barunya, Omicron.

Edy mengimbau masyarakat agar menghindari keluar rumah jika tidak memiliki urusan mendesak. Tak hanya itu, masyarakat juga diminta tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya menghindarkan diri dari paparan virus.

"Omicron ini varian baru, yang tercanggih saat ini. Untuk itu jangan pernah lepas masker, disiplin protokol kesehatan dan ikuti vaksinasi. Kita harus antisipasi, jangan terjadi lagi (peningkatan kasus). Setiap habis libur, angka selalu naik. Jangan lengah," ujar Edy.

Di samping penerapan protokol kesehatan, kata Edy, pihaknya juga akan terus mengejar target vaksinasi sebagai upaya membentuk herd immunity.

Akan tetapi, berdasar laporan sementara, terdapat sejumlah daerah yang masih tertinggal dari target tersebut. Sejauh ini, setidaknya ada 13 kabupaten dan kota di Sumatra Utara yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen.

Bahkan, terdapat tiga kabupaten yang masih di bawah 60 persen. Meski begitu, secara total Sumatra Utara telah memenuhi 70,8 persen vaksinasi.

"Kami juga akan melakukan kegiatan menjelang 23 Desember 2021, yaitu gelar pasukan. Jadi bukan hanya untuk Covid-19, tetapi biasanya pada tahun baru, libur seperti ini, juga adanya antisipasi Lakalantas. Dan yang terakhir, vaksinasi yang segera mencapai minimal 70 persen," kata Edy.

Pada kesempatan ini, Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menjelaskan bahwa institusinya mengandalkan operasi yustisi untuk menegakkan disipilin masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Jadi jika selama ini mulai mereda, sasarannya menjadi sedikit. Menjelang Nataru ini kami tingkatkan lagi. Kami bagi beberapa titik, kekuatan ditambah bersama Satpol PP. Ini juga kami tingkatkan di seluruh wilayah," kata Panca.

Menurut Panca, diperlukan strategi dan manajemen tertentu agar vaksinasi dapat berbuah efektif.

“Saya dan Pak Pangdam mengingatkan itu. Jadi perlu pemetaan, bahkan setelah tingkat desa, dipetakan lagi hingga tingkat dusun. Jadi vaksinasi itu efektif," kata Panca.

Sementara itu, Pangdam I/BB Mayjend TNI Hassanudin mengingatkan peserta rapat terkait instruksi Presiden RI Joko Widodo mengenai target vaksinasi sebesar 70 persen pada akhir tahun ini.

"Yang penting adalah edukasi perilaku masyarakat, karena obat paling ampuh itu kesadaran menggunakan masker. Kita tidak boleh abai. Kepada jajaran pimpinan di kabupaten dan kota, ini tanggung jawab moral kita," kata Hassanudin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut Natal dan Tahun Baru Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top