Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Covid-19, Pengelola Objek Wisata di Sumsel Diminta Cegah Kerumunan

Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mengatakan meskipun ada sedikit kelonggaran selama diberlakukannya PPKM level tiga ini masyarakat khususnya pengelola objek wisata jangan sampai lengah dan mematuhi pelaksanaan sesuai protokol PPKM.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 November 2021  |  14:33 WIB
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola objek wisata swasta aupun pemerintah diminta tetap tetap proaktif mencegah kerumunan di pengunjung selama Natal dan Tahun Baru 2020 guna mencegah potensi penularan Covid-19.

Kepala Bidang Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri mengatakan meskipun ada sedikit kelonggaran selama diberlakukannya PPKM level tiga ini masyarakat khususnya pengelola objek wisata jangan sampai lengah dan mematuhi pelaksanaan sesuai protokol PPKM.

Peringatan ini supaya tidak terjadi klaster penyebaran COvid-19 baru sebab selayaknya libur akhir tahun destinasi wisata menjadi tempat untuk masyarakat berekreasi misalnya seperti Kota Pagaralam, Lahat, OKU Selatan.

“Seperti kalau level PPKM mengharuskan pendatang melakukan tes usap antigen petugas harus menanyakan hasil tes tersebut dengan seksama demi keselamatan bersama juga," kata Yusri, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, pengelola juga diwajibkan menyediakan layanan pemindaian barcode PeduliLindungi untuk mengkonkretkan pelaksanaan skrining sebagaimana yang diinstruksikan pemerintah.

Adapun penerapan PPKM level 3 akan berlaku di Sumsel selama libur Natal dan Tahun Baru pelaksanaannya akan dilakukan pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Dalam pemberlakuannya selama akhir 2021 sampai awal 2022 akan ada pengetatan pengawasan protokol kesehatan tidak hanya rumah ibadah gereja tapi juga menyasar ke sejumlah destinasi wisata lokal, pusat perbelanjaan seperti pasar dan mal.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sudah menginstruksikan bagian Biro Hukum Setda Sumsel untuk membuat aturan turunan pengendalian mobilitas masyarakat untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pada akhir 2021 dan memasuki 2022.

“Kami mendukung PPKM Level 3 ini. Dalam aturan turunan itu poinnya jangan sampai kondisi penyebaran COVID-19 Sumsel yang sudah melandai ini kembali meningkat. Lalu jangan mengurangi kemeriahan umat dalam beribadah,” katanya.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top