Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kawal Gerakan Konservasi, STFJ dan OIC Gelar Pelatihan Jurnalistik Investigasi

Menurut Direktur STFJ Rahmad Suryadi, pelatihan ini terselenggara berkat kolaborasi STFJ dengan YOSL- OIC. Terdapat dua pemateri yang dihadirkan. Di antaranya Produser Watchdoc, Indra Jati.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 23 November 2021  |  19:40 WIB
Peserta mengikuti Pelatihan Jurnalistik Investigasi di Explore Sumatera River Camp Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Selasa (23/11 - 2021).
Peserta mengikuti Pelatihan Jurnalistik Investigasi di Explore Sumatera River Camp Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Selasa (23/11 - 2021).

Bisnis.com, LANGKAT - Sumatera Tropical Forest Journalism (SFTJ) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) mengelar Pelatihan Jurnalistik Investigasi di Explore Sumatera River Camp Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah jurnalis asal Sumatra Utara maupun Aceh.

Menurut Direktur STFJ Rahmad Suryadi, pelatihan ini terselenggara berkat kolaborasi STFJ dengan YOSL- OIC. Terdapat dua pemateri yang dihadirkan. Di antaranya Produser Watchdoc, Indra Jati.

"Tujuan pelatihan jurnalistik investigasi ini sebagai upaya kita untuk berperan dalam mengawal konservasi bisa berjalan dengan baik. Banyak harapan agar para jurnalis berperan dalam konservasi. Sebab, dunia, hutan, satwa saat ini kondisinya sekarang tidak dalam keadaan baik-baik saja," tutur Rahmad, Selasa (23/11/2021).

Rahmad mengatakan, satu di antara persoalan kompleks yang dialami gerakan konservasi adalah konflik manusia-satwa.

Seperti yang marak terjadi di sejumlah kawasan di Aceh. Teranyar, seekor bayi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis) tewas akibat jerat. Sebelum tewas, gajah itu menderita kesakitan selama berhari-hari karena belalainya putus usai terjerat.

Penanganan konflik secara permanen, menurut Rahmad, merupakan tantangan tersendiri.

"Ini tidak boleh terjadi lagi. Peran kita sangat besar dalam konservasi ini. Semoga dengan pelatihan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat agar konservasi dapat lebih baik lagi," ujar Rahmad.

Founder YOSL-OIC Panut Hadisiswoyo mengatakan, pelatihan jurnalistik investigasi begitu dibutuhkan dalam dunia konservasi.

"Dengan pelatihan jurnalistik investigasi ini kiranya membangun sebuah gerakan jurnalistik yang sistemik untuk membangun sebuah upaya konservasi," ujar Panut.

Menurut Panut, gerakan konservasi menghadapi berbagai persoalan genting. Sehingga membutuhkan sentuhan jurnalistik sebagai instrumen baru.

"Kondisi sekarang ini sangat urgent, kita butuh muatan jurnalis yang profesional untuk menghadapi segala persoalan. Semoga pelatihan jurnalistik investigasi ini menjadikan jurnalis yang profesional dan berintegritas," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top