Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Hotel di Sumut Tertekan, Pengusaha Berharap pada Acara Pemerintah

Keberhasilan vaksinasi dan penurunan kasus covid-19 di Medan menjadi solusi utama untuk membangkitkan kembali bisnis perhotelan di Sumut.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  12:20 WIB
Ilustrasi lobi hotel. - Antara
Ilustrasi lobi hotel. - Antara

Bisnis.com, MEDAN – Bisnis perhotelan di Sumatra Utara masih belum menunjukkan perbaikan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata tingkat hunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatra Utara per April 2021 hanya mencapai 36,96 persen dari total kapasitas kamar hotel.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Utara menyatakan  saat ini pengusaha hotel menggantungkan harapan pada acara pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) yang digelar oleh pemerintah.

"Strateginya sekarang berharap ada acara pemerintahan di hotel. Saat ini [pemasukan] banyak dari acara berikut dengan makanannya. Yang buat acara kan kebanyakan dari pemerintah," kata Ketua PHRI Sumut Denny S. Wardhana, Senin (7/6/2021).

Sebelumnya, pengusaha hotel telah berusaha untuk menarik minat calon tamu dengan memberi promo diskon. Tetapi, hal tersebut tidak dapat meningkatkan geliat bisnis perhotelan di Sumut karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah Provinsi Sumut. Pemerintah kembali memperpanjang masa PPKM di Sumut hingga 14 Juni mendatang.

Denny menjelaskan masa pembatasan mudik Hari Raya Idul Fitri yang berlangsung hingga 24 Mei lalu menyebabkan okupansi tamu hotel tidak bertambah.

"Tadinya kita berpikir untuk tamu lokal bisa mengangkat, tapi ternyata gak bisa. Peningkatannya masih terbatas. Kondisi sekarang masih belum ada pergerakan untuk menginap," imbuh Denny.

Keberhasilan vaksinasi dan penurunan kasus covid-19 di Medan dinilainya menjadi solusi utama untuk membangkitkan kembali bisnis perhotelan di Sumut. Denny memprediksi TPK hotel bisa mencapai lebih dari 50 persen bila vaksinasi berjalan lancar.

Selama masa pandemi covid-19, sertifikasi Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment (CHSE) juga menjadi salah satu upaya pengusaha menarik minat calon tamu. Sertifikasi ini berguna untuk meyakinkan dan memberi kenyamaman pada tamu terkait penerapan protokol kesehatan di hotel bersangkutan.

Adapun, Denny memperkirakan hingga akhir semester I/2021, bisnis perhotelan di Sumut akan tetap tertekan karena PPKM yang masih terus diperpanjang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

okupansi hotel PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top