Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Tarif Angkutan dan Tol Picu Inflasi Sulsel pada Mei

Inflasi kelompok transportasi dipengaruhi dengan kenaikan harga tarif angkutan udara dan penyesuaian tarif tol.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 05 Juni 2021  |  14:51 WIB
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.  - Kementerian BUMN
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. - Kementerian BUMN

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan pada Mei 2021 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,34 persen (mtm). Inflasi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode April 2021 dengan nilai inflasi sebesar 0,33 persen.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulsel Budi Hanoto menyatakan secara bulanan, inflasi Sulsel dipicu oleh sejumlah kelompok. Adapun kelompok transportasi dengan andil inflasi terbesar 1,44 persen (mtm).

"Selanjutnya, kelompok pakaian dan alas kaki dengan inflasi sebesar 0,73 persen, dan kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,15 persen," jelas Budi, Jumat (4/6/2021).

Secara rinci, Budi menerangkan inflasi kelompok transportasi dipengaruhi dengan kenaikan harga tarif angkutan udara dan penyesuaian tarif tol. Kenaikan tarif angkutan udara diperkirakan seiring dengan tingginya permintaan sebelum dan sesudah pelarangan mudik.

Sementara, penyesuaian tarif tol didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Nomor: 552/KPTS/M/2021 tentang penetapan golongan jenis kendaraan bermotor dan besaran tarif tol Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 1, 2 dan 3.

Selanjutnya kenaikan inflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki diperkirakan berasal dari tingginya permintaan pakaian pada saat lebaran. Kemudian pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang didorong kenaikan harga pada sejumlah komoditas.

"Seperti ikan bandeng dan daging ayam ras terutama pengaruh permintaan mendekati lebaran. Meskipun begitu, laju inflasi yang lebih tinggi tertahan dipengaruhi turunnya beberapa harga komoditas yaitu cabai rawit, cabai merah dan bawah merah," terang Budi.

Budi menyebut, jika dilihat secara tahunan inflasi Sulsel juga tetap terkendali dimana pada Mei 2021 tercatat sebesar 1,80 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,97 persen (yoy).

Namun, inflasi Sulsel sedikit lebih tinggi bila dibandingkan nasional yang pada Mei 2021 mencapai 1,68 persen (yoy). Secara keseluruhan inflasi Sulsel masih dalam sasaran target 3,0±1 persen. Pada tahun ini inflasi Sulsel diperkirakan tetap terkendali dan berada dalam target sasaran.

"Strategi pengendalian inflasi akan tetap difokuskan pada aspek 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif serta didukung dengan kerja sama antardaerah," jelas Budi.

Untuk mengantisipasi terjadinya potensi kenaikan tekanan inflasi, lanjut Budi, BI bersama dengan instansi yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan serangkaian strategi pengendalian inflasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol sulsel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top