Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumsel Siapkan 278.483 Hektare Lahan Food Estate, ini Daftarnya

Sumatra Selatan menyiapkan lahan seluas 278.483 hektare untuk menjadi food estate tanaman pangan berupa padi dan jagung.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 05 April 2021  |  15:54 WIB
Petani memanen tanaman jagung. - Antara
Petani memanen tanaman jagung. - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – Sumatra Selatan menyiapkan lahan seluas 278.483 hektare untuk menjadi food estate tanaman pangan berupa padi dan jagung.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatra Selatan, R. Bambang Pramono, mengatakan ratusan hektare lahan tersebut dikembangkan untuk food estate mulai tahun ini hingga tahun 2022.

“Untuk tahap awal food estate berbasis padi dan jagung ada di 7 kabupaten,” katanya, Senin (5/4/2021).

Pramono mengatakan pihaknya menargetkan food estate dapat meningkatkan produksi padi Sumsel menjadi 5 juta ton gabah kering giling (GKG). 

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, produksi padi pada tahun 2020 sebanyak 2,74 juta ton GKG. 

Food estate dikembangkan pada lahan yang sudah ada maupun lahan baru di Sumsel,” ujarnya.

Adapun ketujuh daerah tersebut mencakup, yakni Kabupaten Banyuasin seluas 118.732 ha, Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 59.751 ha, Musi Banyuasin (Muba) seluas 20.000 ha, Ogan Ilir (OI) seluas 10.000 ha, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur seluas 50.000 ha, Musi Rawas (Mura) dan Muara Enim masing-masing seluas 10.000 ha.

Menurut dia, sebetulnya Sumsel telah menerapkan konsep food estate sejak Gubernur Sumsel Herman Deru menjabat sebagai bupati OKU Timur pada 2005 lalu. Namun, konsep tersebut belum berbasis korporasi. 

Sementara untuk saat ini, kata dia, pemprov berupaya mewujudkan food estate yang berbasis korporasi, di mana ada pendampingan dan pengawalan pertanaman komoditas pertanian.

“Pendampingan itu sesuai dengan spesifikasi lokasi dan kebutuhan petani mulai dari hulu hingga hilir, sehingga nantinya dapat meningkatkan kemandirian petani,” kata dia.

Dinas Pertanian pun telah memetakan terdapat 7 kabupaten yang berpotensi untuk menjadi food estate berbasis hortikultura, yakni Muara Enim, OKU Selatan, Lahat, Pagar Alam, Prabumulih, OKU Timur dan Lubuk Linggau.

“Komoditasnya banyak mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai, hingga buah-buahan seperti pisang, durian, salak, jeruk, duku dan nanas,” kata Pramono.

Namun demikian, Pramono menjelaskan, pengembangan food estate  masih harus berhadapan dengan sejumlah kendala. Salah satunya terkait pemahaman dan kepentingan antara seluruh pemangku kepentingan di daerah, provinsi maupun pemerintah pusat.

Pramono melanjutkan, pihaknya tak hanya memprioritaskan food estate untuk komoditas pangan, melainkan pula hortikultura.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin Slamet Somosentono, mengatakan pihaknya menyiapkan kawasan untuk food estate di sawah perairan.

“Kami menunggu eksekusi kapan dimulai. Ada sebagian [cetak sawah] baru namun kami pastikan tidak ada di hutan lindung,” ujarnya.

Dia menjelaskan program food estate diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sawah di Banyuasin dari semula 4 ton per ha menjadi 6 ton hingga 8 ton per ha.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

food estate
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top