Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekdaprov: Inflasi Sumut Terjaga

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatra Utara R Sabrina yang juga Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut menyatakan tingkat inflasi tersebut masih terjaga.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 02 Februari 2021  |  20:32 WIB
Sekdaprov: Inflasi Sumut Terjaga
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman 41, Medan, Selasa (02/02). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatra Utara R Sabrina yang juga Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut menyatakan tingkat inflasi tersebut masih terjaga.

Sumatra Utara (Sumut) pada Januari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,45 persen.

“Sejauh ini kalau kita lihat bahan pokok kita masih aman,” ujar Sabrina usai memimpin rapat koordinasi TPID Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (2/2/2021).

Penyumbang terbesar inflasi Sumut pada Januari 2021 berasal dari komoditas makanan, salah satunya cabai merah. Oleh karena itu, ada beberapa poin penting yang harus ditindaklanjuti ke depan.

Pertama, petani harus mendapatkan harga yang baik. Begitu pula dengan harga konsumen. Selain itu, cuaca juga menjadi penentu masa tanam atau produksi pangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Soekowardojo juga menyampaikan harga cabai merah masih menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi. Dampak La Nina juga perlu dicermati karena berpotensi menyebabkan gagal panen.

“Komoditi lainnya juga berpotensi mengalami kenaikan harga karena pasokan yang lebih sedikit. Kondisi ini disebabkan respons produsen akibat pendapatan yang menurun di tahun 2020,” kata Soeko, Selasa (2/2/2021).

Soekowardojo juga menyampaikan ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak. Di antaranya pemerintah perlu mengupayakan penanganan kesehatan dan distribusi vaksin Covid-19, optimalisasi intervensi pemerintah, pembuatan neraca pangan, perbaikan infrastruktur pendukung serta penguatan BUMD.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Deliserdang BMKG Syafrinal menyampaikan secara umum Indonesia memang terdampak La Nina. Namun, dampak tersebut tidak terlalu signifikan di Sumut

“Dampak La Nina ini tidak begitu signifikan pada peningkatan curah hujan di Sumut,” kata Syafrinal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top