Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Penerimaan Bea Cukai Riau Melebihi Target

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Riau Hartono Sutarjo mengatakan jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan 2019, penerimaan cukai yang diperoleh pada tahun ini naik sebesar 237,8 persen.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  23:36 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Abdurachman
Ilustrasi - Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Riau menyatakan realiasasi penerimaan pada 2020 lalu berhasil melebihi target, yaitu senilai Rp665,1 milyar atau 203,75 persen dibandingkan target yang ditetapkan senilai Rp326,45 milyar.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Riau Hartono Sutarjo mengatakan jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan 2019, penerimaan cukai yang diperoleh pada tahun ini naik sebesar 237,8 persen.

“Lonjakan penerimaan yang kami peroleh pada 2020 lalu didorong oleh sektor bea keluar dari komoditas CPO dan turunannya yang mengalami kenaikan harga patokan ekspor [HPE],” ujarnya dalam konferensi pers Senin (18/1/2021).

Sementara itu untuk bea masuk yang diterima DJBC Riau sepanjang 2020 lalu mengalami penurunan sebesar 19,59 persen dengan penyumbang pelemahan karena semakin tingginya penggunaan tarif referensi, penurunan volume impor, serta terdapat restitusi Bea Masuk pada KPP Bea Cukai TMP B Dumai pada Agustus dan September 2020.

Hartono menambahkan meski ada pandemi Covid-19 pada tahun lalu, tidak menghentikan kinerja pemberian fasilitas kepabeanan dan cukai kepada masyarakat. Terbukti dari hasil penetapan 2 perusahaan dalam pusat logistik berikat (PLB), pemberian fasilitas gudang berikat, dan pemberian 53 fasilitas pemberian bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) untuk perusahaan minyak dan gas.

Dengan kebijakan tersebut sampai akhir 2020 lalu, jumlah perusahaan yang menerima fasilitas kepabeanan di Kanwil DJBC Riau yaitu sebanyak 33 perusahaan kawasan berikat, 6 perusahaan pusat logistik berikat, 2 perusahaan gudang berikat, dan 1 perusahaan penerima fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

“Dari data kami sampai semester I/2020, nilai total investasi peneriman fasilitas kepabeanan mencapai Rp146 triliun atau meningkat sebesar 6 persen dibandingkan tahun lalu, di samping itu pemberian fasilitas kepabeanan juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 30.070 orang,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top