Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pariaman Dorong Warga Membudidayakan Burung Puyuh

Warga di Kota Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, mengembangkan burung puyuh. Penjualan telur burung puyuh itu dibantu badan usaha milik desa (BUMDes).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 November 2020  |  05:19 WIB
Seorang pengelola pembudi daya puyuh di Desa Kaluat, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumbar, Afridoni, melihat kondisi kandang burung puyuh yang dikelolanya. - Antara
Seorang pengelola pembudi daya puyuh di Desa Kaluat, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumbar, Afridoni, melihat kondisi kandang burung puyuh yang dikelolanya. - Antara

Bisnis.com, PARIAMAN – Pembudidayaan burung puyuh digencarkan di Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatra barat, di antaranya dengan pembinaan melalui Pos Penyuluh Desa (Posluhdes) Kaluat. Budi daya burung puyuh itu mencapai omzet Rp6 juta per bulan.

"Budi daya burung puyuh ini merupakan program pemerintah desa sekitar satu tahun lalu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Kepala Desa Kaluat, Ali Amran, melalui Kaur Perencanaan Desa Kaluat Mailiza di Pariaman pada Jumat (28/11/2020).

Dia mengemukakan setidaknya pada tahun lalu pihaknya membeli sekitar 1.200 bibit burung puyuh untuk dibudidayakan oleh dua dasawisma di desa itu.

Selain memberikan bibit puyuh, lanjutnya pihaknya juga memberikan mesin tetas telur puyuh agar kelompok masyarakat dapat mengembangkan usahanya.

Mailiza menyampaikan saat ini pihaknya mempersiapkan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk mengakomodasi penjualan telur puyuh tersebut. "Insyaallah BUMDes 2021 bisa berdiri dan dapat mengatasi permasalahan usaha dari masyarakat di Desa Kaluat."

Sementara itu, pengelola budi daya burung puyuh setempat, Afridoni, 42 tahun, mengatakan pada masa produktif pendapatan dari penjualan telur puyuh mencapai Rp5 juta sampai Rp6 juta per bulan. "Sekarang pendapatan menurun karena masa produktif burung puyuh sudah hampir habis."

Akibat masalah tersebut, hingga saat ini pemasaran telur puyuh miliknya hanya dipasarkan di Kota Pariaman.

Dia sedang mengupayakan peremajaan burung puyuh dengan memanfaatkan mesin tetas yang dimiliki. "Namun, untuk pengembangan atau penambahan kandang sulit karena butuh modal yang besar."

Dia berharap dengan adanya BUMDes nantinya dapat membantu dalam hal pengembangan usaha budi daya puyuh sehingga hasil yang didapatkan juga maksimal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumatra barat Peternak Puyuh

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top