Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Beras di Riau Naik 16,66 Persen

Potensi produksi beras di Riau tahun ini diperkirakan naik 16,66 persen dari tahun lalu sebesar 131,82 ribu ton menjadi 153,78 ribu ton beras.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 November 2020  |  09:23 WIB
Petani menampih gabah.  - Antara
Petani menampih gabah. - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU — Produksi padi gabah kering giling dan beras Riau diperkirakan tumbuh positif selama tahun 2020 ini. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi produksi Sumatra Barat yang malah turun.

Berdasarkan Kerangka Survei Area (KSA) potensi produksi beras di Riau tahun ini diperkirakan naik 16,66 persen dari tahun lalu sebesar 131,82 ribu ton menjadi 153,78 ribu ton beras. Angka ini didapat jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Misfaruddin menjelaskan produksi beras sepanjang Januari hingga September 2020 yaitu 125,36 ribu ton atau meningkat sebesar 5,20 ribu ton (4,33 persen) dibanding 2019 yang sebesar 120,16 ton. Potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 28,42 ribu ton beras.

“Ternyata dengan metode survei KSA produksi beras kita Januari – Desember 2020 angka sementara sebesar 153,78 ribu ton,” kata Misfaruddin dalam keterangan pers secara virtual, Senin (2/11/2020).

Produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) Riau juga diprediksi naik 16,66 persen (38,47 ribu ton) dibanding 2019 dari 230,87 ton menjadi 269,34 ribu ton. Sejauh ini, perkembangan produksi dari Januari hingga September 2020 diperkirakan sudah mencapai 219,56 ribu ton.

Berdasarkan hasil Survei KSA, terjadi pergeseran puncak panen padi tahun ini yaitu pada Maret 2020. Sementara tahun lalu terjadi pada bulan Februari.

Kabupaten Indragiri Hilir menopang produksi padi tertinggi mencapai 78.982, diikuti Rokan Hilir 37.834 dan Siak 28.476 GKG.

Selanjutnya, realisasi panen padi Januari hingga September 2020 sebesar 58,08 ribu hektar. Potensi panen Oktober hingga Desember 2020 sebesar 13,55 ribu hektar. Secara kumulatif potensi luas panen padi 2020 mencapai 71,63 ribu hektare, atau naik sekitar 8,49 ribu hektare (13,45 persen).

“Perlu diperhatikan pergerakan produksi beras antar provinsi dan kabupaten kota, updating luas lahan baku sawah perlu kita lakukan, kemudian jumlah stok perlu diamati dari waktu ke waktu. Artinya perlu diamati per bulan bukan kumulatif satu tahun,” kata Misfaruddin.

Di momen terpisah, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau Syahfalefi sempat menyatakan produksi beras Riau pada 2019 baru bisa mencukupi sekitar 23,6 persen atau sebanyak 147.090 Ton dari total konsumsi sebanyak 623.274 ton. Sisanya ditopang dari provinsi tetangga seperti Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Pihaknya pun mendorong peningkatan produksi beras mengingat jumlah penduduk Riau pada 2024 sebanyak 7,4 juta jiwa dengan kebutuhan beras mencapai 662.475 ton.

Sementara itu, produksi beras di Sumbar menurun dibanding tahun lalu. BPS Sumbar merilis produksi beras yang jika dikonversi dari produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 835,74 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 18,52 ribu ton atau 2,17 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 854,27 ribu ton.

Kemudian produksi padi mengalami penurunan sebesar 8,34 persen atau 99,76 ribu ton dari tahun lalu mencapai 1,16 juta ton gabah kering giling (GKG) menjadi 1,064 juta ton GKG.

Luas panen padi pada 2020 diperkirakan sebesar 309,37 ribu hektare, mengalami penurunan sebanyak 2,31 ribu hektare atau 0,74 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 311,67 ribu hektare. (K42)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau pertanian

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top