Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riau Inflasi 0,56 Persen Oktober 2020, Sebelumnya Deflasi 0,01 Persen

Ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi dan deflasi.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 03 November 2020  |  11:49 WIB
Siluet seorang perempuan belajar mencanting batik Melayu Riau di Galeri Semat Tembaga, di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (31/10/2020). Pemprov Riau bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK dan Galeri Semat Tembaga melatih 10 perempuan sebagai upaya regenerasi perajin batik Melayu Riau, karena perajin yang aktif di Pekanbaru kini hanya tersisa dua orang. - FB Anggoro
Siluet seorang perempuan belajar mencanting batik Melayu Riau di Galeri Semat Tembaga, di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (31/10/2020). Pemprov Riau bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK dan Galeri Semat Tembaga melatih 10 perempuan sebagai upaya regenerasi perajin batik Melayu Riau, karena perajin yang aktif di Pekanbaru kini hanya tersisa dua orang. - FB Anggoro

Bisnis.com, PEKANBARU — Inflasi Riau pada Oktober 2020 sebesar 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,24. Sementara pada September lalu, Riau mengalami deflasi sebesar -0,01 persen. Empat kelompok pengeluaran menjadi penyebab perubahan ini.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Misfaruddin mengatakan komoditi utama pemicu inflasi adalah cabai merah, cabai hijau, bawang merah, minyak goreng, petai dan daging ayam ras. Kemudian ada beberapa komoditi yang menyebabkan deflasi diantaranya papaya, emas perhiasan, ikan lele, tarif listrik, bahan bakar rumah tangga dan telepon seluler.

“Perlu kami sampaikan cabe merah lebih banyak menyebabkan inflasi yang mengalami kenaikan 0,47 persen,” kata Misfaruddin, Senin (2/11/2020)

Kepala BPS melanjutkan, ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi dan deflasi.

Kelompok pengeluaran pada bulan Oktober harganya mengalami kenaikan yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,06 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen.

Deflasi atau harganya turun yaitu kelompok informasi,komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,38 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,20 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,14 persen, kelompok transportasi sebesar -0,02 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,01 persen.

“Kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran relatif stabil dibanding bulan sebelumnya,” tambahnya.

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yaitu Kota Pekanbaru sebesar 0,59 persen, Kota Dumai sebesar 0,44 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,52 persen. Padahal jika dibanding September lalu, Dumai dan Tembilahan mengalami deflasi masing-masing -0,02 persen dan -0,22 persen.

Pekanbaru konsisten inflasi berada di urutan 7 di Sumatra, Tembilahan urutan 10 dan Dumai urutan 15.

Secara Inflasi Tahun Kalender (Oktober 2020 - Desember 2019) Riau mengalami sebesar 1,52 persen dan Inflasi Year on Year (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,58 persen. (K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top