Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Liburan Panjang di Sumbar, Simak Ketentuan Pokoknya

Sumbar tidak melarang bila ada orang luar untuk menikmati liburan panjangnya dan berwisata di sejumlah daerah.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  11:46 WIB
Para pengunjung tengah menikmati pemandangan di objek wisata Ambun Pagi Kabupaten Agam, Sumatra Barat yang memperlihatkan hamparan Danau Maninjau. Foto dokumen sebelum Covid-19. - Bisnis/Noli Hendra
Para pengunjung tengah menikmati pemandangan di objek wisata Ambun Pagi Kabupaten Agam, Sumatra Barat yang memperlihatkan hamparan Danau Maninjau. Foto dokumen sebelum Covid-19. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengimbau kepada wisatawan maupun pengunjung lokal yang melakukan liburan panjang akhir pekan pada cuti bersama Oktober 2020 di Sumbar untuk mematahi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Novrial mengatakan sesuai dengan pernyataan Gubernur Irwan Prayitno yang mengimbau agar masyarakat Sumbar tidak keluar kota untuk berlibur akhir pekan, maka di Dispar pun mengharapkan kepada wisatawan yang datang luar daerah di Sumbar untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

"Soal pengawasan di lapangan ada tim penegak Perda 6/2020 Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Untuk itu kami imbau kepada wisatawan untuk mengetahui protokol kesehatan dan terapkan 3 M," kata Novrial kepada Bisnis di Padang, Rabu (28/10/2020).

Dia menyampaikan bahwa di Sumbar sendiri tidak melarang bila ada orang luar Sumbar untuk menikmati liburan panjangnya dan berwisata di sejumlah daerah. Asalkan patuhi protokol kesehatan, maka wisata aman pun akan terwujud dimanapun berada.

Sementara itu, dari PT Kereta Api Divre II Sumatra Barat juga turut mengimbau agar penumpang kereta api benar-benar mematuhi protokol kesehatan saat bepergian mengisi liburan menggunakan kereta api.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar Ujang Rusen Permana mengatakan area stasiun Divre II juga tersedia fasilitas untuk mendukung protokol kesehatan. Bagi penumpang disediakan wastafel portable untuk menjaga kebersihan tangan saat akan masuk area stasiun dan naik kereta api.

"Jadi semua penumpang wajib menggunakan masker serta akan diperiksa suhu tubuhnya agar tidak melebihi 37.3 derajat celcius," ungkap Rusen.

Selain itu, kapasitas angkut kereta pun masih dibatasi 70 persen dan tetap dilaksanakan physical distancing.

Humas PT Angkasa Pura II BIM Fendrik Sondra menyampaikan protokol kesehatan selama ini sudah sangat bagus di BIM. Tapi khusus untuk menyambut penumpang akhir pekan yang banyak datang dari luar daerah Sumbar, perlu dilakukan pengawasan lebih intens.

"Biasanya ada jam-jam tertentu. Sekarang akan lebih dari itu protokol kesehatannya benar-benar harus diterapkan," tegasnya.

Kesiapan ini kata Fendrik, juga telah diperkirakan oleh PT Angkasa Pura II BIM mengingat Sumbar adalah tujuan wisatawan untuk cocok menikmati liburan akhir pekan ini. (k56)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top