Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPD RI Apresiasi Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sumsel

Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI mengapresiasi langkah OJK dalam mempercepat pemulihan ekonomi di Sumatra Selatan lewat sejumlah kebijakan yang telah digulirkan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  14:19 WIB
Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho (ketiga dari kiri) berfoto bersama Anggota DPD RI Komite IV Arniza Nilawati, Kepala BI Sumsel Hari Widodo, dan pemimpin perbankan di Sumsel. - Istimewa
Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho (ketiga dari kiri) berfoto bersama Anggota DPD RI Komite IV Arniza Nilawati, Kepala BI Sumsel Hari Widodo, dan pemimpin perbankan di Sumsel. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI mengapresiasi langkah OJK dalam mempercepat pemulihan ekonomi di Sumatra Selatan lewat sejumlah kebijakan yang telah digulirkan.

Anggota DPD RI Komite IV, Arniza Nilawati, mengatakan OJK bersama Bank Indonesia dan perbankan di Sumsel telah memberikan kemudahan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat di Sumsel, terkait penyaluran kredit.

“Kebijakan yang diterapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional di Sumsel, apalagi kinerja industri jasa keuangan di sini juga masih dalam tren positif,” katanya saat kunjungan reses ke OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel, Senin (26/10/2020).

Arniza mengatakan ia berharap otoritas bersama pihak terkait dapat membuat terobosan di antaranya dengan memunculkan produk-produk unggulan dan meningkatan sosialisasi edukasi kepada masyarakat.

“Khususnya terkait implementasi digitalisasi transaksi dan pengembangan UMKM karena ada banyak tantangan yang harus dihadapi bersama,” katanya.

Menurut dia, salah satu tantangan tersebut terkait infrastruktur, akses informasi dan keuangan, serta kebijakan pemda yang seringkali berbeda.

Sementara itu Untung Nugroho, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, mengatakan salah satu kebijakan nyata OJK bersama Pemerintah dalam menstimulus ekonomi adalah kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan. 

“Kebijakan ini bisa dikatakan memiliki dua mata pisau, karena di satu sisi bersinggungan dengan masyarakat selaku nasabah, sedangkan di sisi lain bersinggungan dengan keberlangsungan lembaga jasa keuangan,” paparnya. 

Perlu dipahami dan disadari bersama bahwa semakin besar nilai dan nasabah yang kredit/pembiayaannya direstrukturisasi, justru menunjukkan semakin besar pula ketidakmampuan masyarakat melakukan pembayaran kredit/pembiayaan. 

Dia menerangkan hal ini tentunya akan memengaruhi kinerja lembaga jasa keuangan, khususnya dari sisi likuiditas dan solvabilitas perusahaan. 

Adapun lembaga jasa keuangan yang saat ini  kinerjanya turut terpengaruh adalah perusahaan pembiayaan, karena sebagian besar modal perusahaan pembiayaan bersumber dari kredit/pembiayaan perbankan.  

“Untuk menjaga kelangsungan operasionalnya, Perusahaan Pembiayaan tetap harus menyalurkan pembiayaan kepada nasabah, sekaligus memberikan relaksasi kredit/pembiayaan,” ujarnya.

Namun di sisi lain Perusahaan Pembiayaan tetap harus membayar angsuran bunga dan pinjamannya dari Perbankan. Untung merinci per Oktober 2020, jumlah kredit/pembiayaan yang telah direstrukturisasi mencapai nilai Rp10,93 Triliun dengan total debitur sebanyak 192.905 debitur.

Tidak hanya kebijakan restrukturisasi yang telah terealisasi dengan baik, namun juga ada kebijakan percepatan penyaluran KUR kepada masyarakat dan UMKM. Per September 2020, di Sumatera Selatan telah tersalurkan KUR sebesar Rp2,6 Triliun kepada 57.544 nasabah.

Dari angka tersebut, kata dia, 42,76% dari total penyaluran KUR disalurkan pada sektor Pertanian, perburuan dan kehutanan, yakni sebesar Rp1,12 Triliun dengan total debitur  28.714 debitur.

Lebih lanjut Untung melaporkan, perkembangan industri jasa keuangan di Sumatera Selatan saat ini dalam kondisi yang cukup baik. 

Kinerja seluruh perbankan, baik dari sisi aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga, dan penyaluran kredit menunjukan trend positif secara yoy, dengan rasio NPL Net yang masih terjaga di 1,86%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel OJK
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top