Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polisi Tangkap 499 Demonstran di Kota Palembang

Polisi menemukan senjata tajam dan bom molotov dari para pelajar yang selanjutnya disita sebagai barang bukti.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  06:26 WIB
Mahasiswa berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD Sumatera Selatan di Palembang, Sumsel, Kamis (8/10/2020). Aksi yang diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan perwakilan buruh ini menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dianggap tidak berpihak pada pekerja dan hanya menguntungkan pengusaha. - Antara/Feny Selly
Mahasiswa berunjuk rasa di halaman Kantor DPRD Sumatera Selatan di Palembang, Sumsel, Kamis (8/10/2020). Aksi yang diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan perwakilan buruh ini menuntut dibatalkannya UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dianggap tidak berpihak pada pekerja dan hanya menguntungkan pengusaha. - Antara/Feny Selly

Bisnis.com, PALEMBANG - Polisi menangkap 499 orang di wilayah Kota Palembang yang diduga berencana melakukan tindakan provokatif terkait aksi massa menolak Omnibus Law selama dua hari terakhir.

Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (8/10/2020), mengatakan 499 orang tersebut rata-rata dari kalangan pelajar yang membentuk kelompok dan ditangkap dari beberapa lokasi.

"Mereka sementara ini belum dibebaskan karena harus menjalani pendataan, pembinaan dan penyidikan terkait indikasi ditemukan pelanggaran hukum," ujarnya di Polrestabes Palembang.

Menurut dia, polisi telah menangkap 174 orang saat aksi massa pada Rabu (7/10) yang terdiri dari 13 pelajar SMP, 112 pelajar SMK, enam orang mahasiswa, dan 43 masyarakat umum.

Kemudian menangkap 325 orang pada Kamis (8/10) dengan 90 persenya terdiri dari kalangan pelajar, mereka disangkakan berencana membuat kerusuhan terhadap aksi massa di Palembang.

Polisi menemukan senjata tajam dan bom molotov dari para pelajar yang selanjutnya disita sebagai barang bukti.

“Ada tujuh yang kami periksa intensif karena terindikasi anarkis, sedangkan yang lainnya masih kami data dan beri pembinaan,” tambahnya

Orang-orang yang diamankan itu juga dites kesehatan terkait COVID-19 dan penggunaan narkoba, hasilnya satu orang didapat positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu berdasarkan tes urine.

Sementara Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang dan Sumsel agar sekolah-sekolah menertibkan anak didiknya.

"Sekarang masih berlangsung belajar daring, harusnya siswa-siswa di rumah, tidak ada yang turun ke jalan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan orang tua agar memperhatikan kegiatan anaknya supaya tidak ikut serta dalam aksi massa penolakan Omnibus Law.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel cipta kerja

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top